Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Sebut Kreativitas sebagai Aset Kaum Muda

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 17:50 WIB | Oleh:
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Sebut Kreativitas sebagai Aset Kaum Muda Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjadi pembicara dalam 9th Asia Pacific Young Leaders Convention (APYLC) di BINUS School Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (20/4).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut kreativitas sebagai aset kaum muda dan mendorong anak-anak muda memanfaatkan aset itu untuk membangun usaha ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Saat menjadi pembicara dalam acara 9th Asia Pacific Young Leaders Convention (APYLC) di BINUS School Serpong pada Senin (20/4), Irene mendorong anak-anak muda memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghadirkan solusi.

"Dunia ini adalah permainan di mana kita harus menjadi penciptanya, bukan sekadar pemainnya. Jangan menunggu sistem atau orang lain untuk berubah, tetapi ambil lah kendali, gunakan teknologi seperti AI sebagai alat, dan bangunlah koneksi antar-manusia untuk menciptakan solusi nyata bagi masa depan dunia," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Selasa (21/4).

Konvensi APYLC bertema "Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures" merupakan wadah kolaborasi bagi siswa sekolah menengah atas Indonesia, Jepang, Tiongkok, dan Singapura.

Acara ini berfokus pada peningkatan keterampilan kepemimpinan, pertukaran budaya, serta pembangunan koneksi global melalui berbagai kegiatan.

Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan perlunya sinergi untuk meningkatkan kapasitas anak-anak muda agar mereka bisa menghadirkan solusi kreatif dan menjadi penggerak ekonomi digital.

"Anak muda tidak hanya butuh didengar, mereka butuh platform agar solusi kreatif mereka dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sebab sering kali, guru terbaik bagi kita semua adalah anak-anak," kata Irene.

Kementerian Ekonomi Kreatif melalui sinergi dengan BINUS School dalam penyelenggaraan APYLC ingin mencetak pemimpin masa depan berdaya saing global serta memacu generasi muda untuk membangun ekonomi kreatif.

Presiden BINUS School Education Michael Wijaya Hadipospito menyampaikan bahwa BINUS School Serpong punya misi mencetak generasi yang mampu memadukan kreativitas dengan inovasi digital guna mendukung komunitas dan masa depan ekonomi kreatif di Asia Pasifik. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Daerah
Pemkot Bandung Selidiki Kas...
Megapolitan
Pemprov DKI Terus Buka Ruan...
Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.