Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Belum Mampu Bangkit, 21 April 2026

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 08:25 WIB | Oleh:
Rupiah Belum Mampu Bangkit, 21 April 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih cenderung me­lemah terhadap dollar AS karena dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Dari eksternal, penguatan dol­lar AS akibat meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik, ditopang suku bunga tinggi Amerika Serikat (AS) dan harga minyak di atas 90 dollar AS per barel, memberikan tekanan pada mata uang emerging market, termasuk rupiah, sementara dari domestik, pelaku pasar mencermati sejumlah risiko, mulai dari isu fiskal hingga tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi.

Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan rupiah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk blokade pelabuhan Iran oleh AS dan dinamika di Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak hingga 7 persen. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi global, menekan pasar, serta memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama, yang pada akhirnya memberi tekanan tambahan pada rupiah.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antar­bank, Selasa (21/4), bergerak di kisaran 17.160 – 17.200 ru­piah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (20/4), menguat 21 poin atau 0,12 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.168 ru­piah per dollar AS. Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi faktor stabilisasi jangka pendek.

“Penguatan rupiah ke 17.168 rupiah terjadi di tengah kombinasi sentimen domestik dan global yang masih cen­derung memberikan tekanan, namun diimbangi oleh fak­tor stabilisasi jangka pendek,” katanya di Jakarta.

Melihat sentimen dalam negeri, pelaku pasar men­cermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indo­nesia (BI) yang diperkirakan tetap berfokus pada stabilitas, dengan kecenderungan mempertahankan suku bunga acuan serta mengoptimalkan intervensi di pasar valas. Dia berpendapat komitmen BI dalam menjaga nilai tukar, didukung oleh cadangan devisa yang cukup kuat, turut menjaga kepercayaan investor.

Selain itu, lanjutnya, aksi ambil untung terhadap dollar AS oleh pelaku pasar domestik juga memberikan dorongan penguatan secara teknikal. Adapun sisi eksternal, tekanan disebut masih datang dari penguatan dollar AS yang di­dorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketegangan geopolitik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Penampilan Kadet Mahasiswa ...

Umat Buddha Gelar Ritual Pemandian Rupang Buddha

20 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Umat Buddha Gelar Ritual Pe...
Megapolitan
Atraksi Budaya Liong dan Ba...
Olahraga
Raymond/Joaquin Gagal Juara...
Olahraga
Jonatan Christie Harus Puas...
Luar Negeri
Iran Lancarkan Serangan Rud...

Open Ship KRI Teluk Kupang-519

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Open Ship KRI Teluk Kupang-519
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.