Pertamina Berkolaborasi dengan Toyota Dorong Pengembangan Bioetanol 2G Nasional
Senin, 20 Apr 2026, 19:45 WIBJAKARTA - Pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia terus menunjukkan kemajuan melalui kolaborasi Pertamina dan Toyota. Kerja sama ini difokuskan pada proyek bioetanol berbasis teknologi generasi kedua atau 2G dengan pendekatan multi-feedstock.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan proyek ini memanfaatkan sumber daya domestik. Bahan baku yang digunakan antara lain biomassa kelapa sawit, jagung, dan sorgum.
Menurutnya, pendekatan tersebut mampu mengoptimalkan pemanfaatan limbah. Selain itu, langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi dalam produksi energi berkelanjutan.
âKami melihat kolaborasi Pertamina dan Toyota menjadi contoh sinergi yang nyata. Kolaborasi antara BUMN dan investor global dalam membangun ekosistem energi masa depan,â ujar dia di Jakarta, Senin (20/4).
Ia menambahkan, pemerintah mendorong percepatan realisasi proyek hingga tahap konstruksi. Hal ini penting agar implementasi dapat berjalan sesuai target yang direncanakan, maksimal pada tahun 2028.
âKe depan, kami mendorong agar proses menuju kesepakatan ini dapat segera ditindaklanjuti hingga tahap konstruksi. Sehingga proyek dapat mulai berjalan sesuai target waktu yang telah direncanakan,â ujar dia.
Sementara itu, CEO Toyota Motor Asia, Masahiko Maeda, menyebut pertemuan dengan pemerintah Indonesia menghasilkan kemajuan signifikan. Menurutnya, proses kerja sama kini semakin mengarah pada kesepakatan konkret.
âCapaian penting dari pertemuan ini adalah kemajuan menuju kesepakatan kerja sama. Pengembangan bioetanol di Indonesia,â ujar dia.
Ia menilai kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mematangkan rencana investasi. Proses ini mencakup kajian kelayakan ekonomi, penyusunan struktur proyek, serta penetapan timeline implementasi.
Maeda menegaskan kerja sama telah bergerak dari tahap penjajakan menuju tahap yang lebih terukur. Hal ini dinilai memberikan kejelasan arah dalam realisasi proyek.
Pengembangan bioetanol 2G dinilai sebagai solusi inovatif dalam pemanfaatan energi. Teknologi ini memungkinkan pengolahan bahan non-pangan dan limbah biomassa menjadi sumber energi.
Selain mendukung kebutuhan energi nasional, proyek ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar. Pemanfaatan sorgum sebagai bahan baku juga memberi nilai tambah bagi ketahanan pangan.
Pemerintah turut mendukung pengembangan bioetanol melalui kebijakan mandatori biofuel. Roadmap yang disiapkan mencakup E5 pada 2026â2027, E10 pada 2028â2030, hingga target jangka panjang menuju E20.
Melalui kolaborasi ini, Indonesia diharapkan dapat mempercepat hilirisasi energi. Selain itu, pemanfaatan biomassa domestik juga dioptimalkan dengan teknologi yang lebih maju dan berkelanjutan. ils/I-1
- Energi Baru dan Terbarukan (EBT)
- Toyota
- Pertamina
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Khawatir Bansos Dihapus, Banyak Warga Serang Takut Lapor Kematian Anggota Keluarga
-
Pemkab Cianjur Pertahankan Kelangsungan Beras Pandanwangi
-
Pesan Tegas Wali Kota Palangka Raya untuk ASN Jelang Lebaran
-
IHSG Hari Ini Hijau Terang! Saham Energi Picu Lonjakan di Penutupan Perdagangan
-
Pemkot Kediri Gandeng Komunitas Mobil Klasik Promosikan Destinasi Wisata
-
Hasil Liga Jerman: Eintracht Frankfurt Diimbangi Koln di Kandang
-
Duolingo Gandeng Niki Ubah Lirik Lagu 'Backburner' Jadi Cara Seru Belajar Bahasa Inggris
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.