Liga Inggris: Perebutan Gelar Memanas, Manchester City dan Arsenal Hadapi Laga Penentuan
📅 Jumat, 17 Apr 2026, 07:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON — Persaingan gelar Liga Inggris kembali mencapai titik krusial saat Manchester City dan Arsenal bersiap bentrok dalam laga penentuan di Etihad Stadium, Minggu (19/4).
Sebulan lalu, Arsenal tampak melaju mulus menuju gelar liga pertama dalam 22 tahun. Namun situasi berubah drastis. Kekalahan mengejutkan 1-2 dari Bournemouth pekan lalu membuka kembali persaingan, sementara kemenangan 3-0 City atas Chelsea memangkas jarak menjadi enam poin, dengan satu laga simpanan.
Kini, skenario berubah. Jika City mampu menundukkan Arsenal dan melanjutkan tren positif saat menghadapi Burnley tiga hari berselang, tim asuhan Pep Guardiola berpeluang mengambil alih puncak klasemen dengan lima laga tersisa.
Situasi tersebut bisa menjadi pukulan telak bagi Arsenal, yang berisiko kembali finis sebagai runner-up untuk keempat kalinya secara beruntun, hasil yang tentu mengecewakan bagi pelatih Mikel Arteta.
Tekanan mental dinilai mulai memengaruhi performa The Gunners. “Saat mengejar gelar pertama, pemain bisa terlalu terbebani secara emosional hingga berdampak pada kondisi fisik,” ujar legenda Manchester United, Gary Neville.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini momen penentuan. Mereka harus bisa menenangkan pikiran dan menjaga keseimbangan emosi.”
Meski demikian, Arsenal masih memegang kendali atas nasib sendiri. Hasil imbang di kandang City pun bisa dianggap cukup untuk menjaga peluang. Namun bayang-bayang masa lalu tetap menghantui.
Tiga tahun lalu, Arsenal datang ke Etihad sebagai pemuncak klasemen dengan keunggulan lima poin, meski memainkan dua laga lebih banyak. Namun mereka dihancurkan 1-4 oleh City—kekalahan yang menjadi titik balik menuju gelar ketiga beruntun bagi tim Guardiola.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bulan April kerap menjadi periode kebangkitan City. Sejak kalah dari Leeds United pada April 2021, mereka mencatat 20 kemenangan dari 22 pertandingan liga di bulan tersebut, dengan dua hasil imbang.
Musim ini pun menunjukkan pola serupa. Setelah sempat inkonsisten, City kembali menemukan performa terbaiknya di momen krusial. Mereka menundukkan Arsenal 2-0 di final Piala Liga, melumat Liverpool 4-0 di Piala FA, serta mengalahkan Chelsea dengan skor meyakinkan.
Selain itu, City juga memiliki rekor impresif di kandang, tak terkalahkan dari Arsenal di liga selama 11 tahun terakhir. Namun Guardiola menegaskan timnya tidak memiliki ruang untuk kesalahan.
“Jika mereka mengalahkan kami, semuanya selesai,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut, menyebut laga ini sebagai “final”.
Di sisi lain, Arsenal datang dengan kepercayaan diri usai menyingkirkan Sporting CP di perempat final Liga Champions. Mereka juga tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan City di Liga Inggris.
Meski memiliki kualitas untuk memberikan pukulan telak, Arsenal dituntut mengatasi tekanan mental yang sempat terlihat saat kalah dari Bournemouth. Jika tidak, laga di Etihad bisa kembali menjadi mimpi buruk dalam perburuan gelar mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!