Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat di Tengah Pasar Masih Cermati Perkembangan AS-Iran

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 10:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat di Tengah Pasar Masih Cermati Perkembangan AS-Iran Doc: Antara

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/4) pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG dibuka menguat 24,43 poin atau 0,32 persen ke posisi 7.645,81. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,16 poin atau 0,15 persen ke posisi 758,48.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.500- 7.850. Potensi menguat ada namun terbatas,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat .

Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika telah mencapai kesepakatan dengan Iran, dan pembicaraan akan berlanjut pada akhir pekan.

Namun, Trump mengklaim tanpa bukti, bahwa Iran telah setuju untuk menyetujui persyaratan nuklir dan menyerahkan material nuklir, termasuk untuk tidak memiliki senjata nuklir, serta akan melakukan pembukaan Selat Hormuz.

Selain itu, Trump menyetujui Israel dan Lebanon untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari untuk meredakan ketegangan yang lebih luas di kawasan. Trump akan mengundang Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berdiskusi dalam kurun waktu sepekan mendatang.

Dari kawasan Eropa, tekanan inflasi mulai bergerak ke atas akibat konflik di kawasan Timur Tengah, yang telah mendorong kenaikan harga energi global.

Sehingga, proyeksi pemangkasan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) telah berubah, dari sebelumnya pemangkasan sebanyak dua kali pada 2026, sekarang berpotensi mengalami kenaikan apabila inflasi tidak kunjung stabil.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut S&P Global mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB (investment grade) dengan outlook stabil, mencerminkan risiko gagal bayar yang relatif rendah.

Secara makro, Nico menilai keputusan S&P menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan Indonesia karena menjaga kepercayaan investor global, khususnya investor institusi yang mensyaratkan rating investment grade.

“Stabilnya rating juga berpotensi menahan kenaikan yield obligasi pemerintah (SBN), sehingga biaya pendanaan negara tetap terjaga di tengah tekanan global,” ujar Nico.

Dari sisi pasar modal, Nico menyebut hal itu akan mendukung capital inflow ke saham dan obligasi, terutama apabila dikombinasikan dengan tren fiskal yang disiplin dan pertumbuhan ekonomi yang membaik.

“Sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan dan properti bisa mendapat sentimen positif karena ekspektasi stabilitas biaya dana,” ujar Nico.

Namun demikian, Nico menyebut catatan S&P terkait rasio pembayaran bunga utang yang masih di atas 15 persen akan menjadi risiko jangka menengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.