UMKM Melesat! Transaksi Capai Rp404,5 Miliar, Ekonomi Kerakyatan Makin Dominan?
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Ekspor UMKM mencerminkan peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil dalam menembus pasar global, sekaligus menjadi indikator naiknya daya saing produk domestik.
Dengan dukungan digitalisasi, akses logistik, dan fasilitasi perdagangan, UMKM kini tidak lagi terbatas pada pasar lokal, tetapi mulai terintegrasi dalam rantai pasok internasional.
Dalam konteks ini, ekspor UMKM berperan penting dalam diversifikasi sumber devisa dan penguatan struktur ekonomi yang lebih inklusif.
Namun, tantangan utama masih terletak pada standar kualitas, konsistensi produksi, serta pemenuhan regulasi ekspor di negara tujuan.
Banyak UMKM yang belum sepenuhnya mampu menjaga skala produksi dan kualitas secara berkelanjutan, sehingga berisiko kehilangan akses pasar ketika permintaan meningkat. Selain itu, keterbatasan akses pembiayaan dan sertifikasi juga menjadi hambatan dalam ekspansi pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, penguatan ekosistem ekspor UMKM menjadi krusial, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pendampingan sertifikasi, hingga perluasan akses pasar melalui platform digital dan kerja sama perdagangan.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, ekspor UMKM dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang lebih merata dan berkelanjutan.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA) menghasilkan transaksi hingga 23,60 juta dolar AS atau Rp404,5 miliar pada triwulan I 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan, capaian ini mencerminkan efektivitas strategi pemerintah mendorong UMKM menembus pasar internasional. Peningkatan ini didorong oleh semakin intensifnya penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan UMKM dengan buyer global dengan lebih terarah.
"Capaian UMKM BISA Ekspor pada Triwulan I-2026 ini menunjukkan pelaku UMKM kita memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar internasional. Kemendag akan terus memperluas akses pasar, memperkuat promosi, serta memastikan UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat agar mampu berkelanjutan di pasar ekspor," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (16/4).
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag mencatat, capaian Triwulan I 2026 adalah gabungan dari potensi transaksi melalui nota kesepahaman (MoU) sebesar 19,64 juta dolar AS dan pesanan pembelian (purchase order/PO) sebesar 3,96 juta dolar AS.
Pada periode tersebut, Ditjen PEN telah menyelenggarakan 170 kegiatan business matching yang melibatkan 396 UMKM dengan total partisipasi sebanyak 528 kali.
Dari sisi buyer, Program UMKM BISA Ekspor berhasil menjangkau berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, Arab Saudi, dan Kanada, serta kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Sektor yang diminati meliputi olahan boga bahari dan perikanan, dekorasi rumah (home decor) dan furnitur, kesehatan dan perawatan tubuh (health and body care), rempah-rempah, makanan dan minuman, produk pertanian dan perkebunan, fesyen, kosmetik, kakao, kertas, produk kelapa, produk herbal, serta perlengkapan berbahan plastik (plasticware).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!