Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Superholding Danantara Jadi Sorotan, Debat Publik Ungkap Peluang dan Ancaman Ekonomi

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 03:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Superholding Danantara Jadi Sorotan, Debat Publik Ungkap Peluang dan Ancaman Ekonomi Doc: Antara
Ket. Debat publik bertajuk "Pro Kontra Model Pengelolaan BUMN pada Era Ekonomi Baru" yang digelar di Makassar, Rabu (15/4).

Makassar - Nagara Institute sebagai lembaga independen yang berfokus pada riset kebijakan publik memilih Kota Makassar sebagai kota pertama pelaksanaan debat publik terkait keberadaan Danantara sebagai inovasi terbaru dalam meningkatkan perekonomian nasional.

Isu utama yang dibedah adalah status Danantara sebagai superholding yang mengelola aset fantastis senilai 900 miliar dolar AS atau setara Rp14.700 triliun.

Direktur Nagara Institute Akbar Faizal di Makassar, Rabu (15/4), meminta publik memberi perhatian pada isu ini agar para pemegang kas negara tidak main-main dalam menjalankan tugasnya.

“Kita sedang menyaksikan pergeseran besar dalam sejarah ekonomi kita. Kami hadir untuk memastikan bahwa narasi mengenai Danantara tidak hanya datang dari satu sisi, tapi juga dari kacamata kritis akademisi dan ahli yang peduli pada masa depan kekayaan bangsa,” ungkapnya.

Danantara digambarkan pemerintah sebagai mesin baru untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. Tetapi di satu sisi Danantara dapat menjadi pintu kehancuran ekonomi apabila tidak dapat dipertanggungjawabkan secara konseptual atau dikelola secara koruptif.
Problematika ini dikupas tuntas dalam debat publik bertajuk "Pro Kontra Model Pengelolaan BUMN pada Era Ekonomi Baru" yang digelar di Makassar pada Rabu itu.

Debat ini menghadirkan para pakar lintas disiplin, di antaranya ekonom senior Bright Institute Awalil Rizky, pengamat kebijakan Wijayanto Samirin, dan pakar hukum Prof Aminuddin Ilmar.

Kata Akbar Faisal, di tengah budaya korupsi dan penyalahgunaan wewenang, banyak pihak khawatir Danantara akan menjadi pintu mega korupsi yang akan menciptakan kerentanan baru terhadap fondasi ekonomi negara.

Apalagi terdapat temuan baru, telah terjadi tren penurunan laba BUMN dari Rp327
triliun pada 2023 menjadi Rp304 triliun pada 2024. Hal ini terjadi setelah pemerintah membentuk Danantara.

"Acara ini diharapkan melahirkan poin-poin rekomendasi kepada pemerintah dan
Danantara untuk perbaikan pengelolaan BUMN di masa depan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Nasional
KPK Mulai Dalami Penugasan ...
Daerah
Udang Sukamara Jadi Mesin U...

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Apple iPhone 18 Pro

16 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Apa Saja Kelebihan dan Keku...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.