BMKG: Bibit Siklon 92S Masih Picu Cuaca Ekstrem di Sumatera dan Jawa
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 12:24 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa curah hujan tinggi di wilayah barat Pulau Sumatera hingga Jawa masih dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 92S di Samudra Hindia, barat daya Sumatera.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, di Jakarta, Kamis (16/4), menyampaikan meski posisi bibit siklon tersebut diprediksi semakin menjauhi wilayah Indonesia, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Meskipun semakin menjauh, dampak fenomena ini tetap dapat memengaruhi kondisi cuaca ekstrem secara lokal. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan,” kata dia.
BMKG mengumumkan bahwa wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan mencakup Sumatera bagian tengah dan selatan hingga Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa bagian tengah dan selatan, serta Jakarta.
"Potensi curah hujan tinggi tersebut diprediksi berpeluang terjadi pada sore hari," cetusnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menyikapi prakiraan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat langkah mitigasi terhadap ancaman bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari berharap warga di wilayah rawan banjir untuk rutin memantau tinggi muka air dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat. Evakuasi mandiri sangat disarankan apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
Bagi masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai diimbau untuk mewaspadai potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan yang masih fluktuatif dalam beberapa hari ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah daerah juga didorong untuk memastikan kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta keaktifan sistem peringatan dini di tingkat lokal.
Abdul memastikan BNPB saat ini terus berkoordinasi dengan BPBD setempat guna memastikan kesiapan personel dan peralatan untuk penanganan darurat yang optimal
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!