Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Jangan Berhenti di Rak, Kadin Jatim Desak Masuk Industri

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset Jangan Berhenti di Rak, Kadin Jatim Desak Masuk Industri Doc: ANTARA/ Maulana Surya
Ket. Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik Sari Warna Solo, Jawa Tengah.

SURABAYA – Pemerataan ekonomi suatu wilayah mencerminkan sejauh mana distribusi pertumbuhan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat dan antar daerah.

Ketimpangan yang tinggi biasanya menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas ekonomi di wilayah tertentu, sementara daerah lain tertinggal dari sisi infrastruktur, akses pasar, dan kualitas sumber daya manusia.

Secara struktural, upaya pemerataan tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan intervensi kebijakan yang tepat, seperti pembangunan infrastruktur, penguatan konektivitas, serta distribusi investasi yang lebih merata.

Tanpa strategi yang inklusif dan berkelanjutan, pertumbuhan justru berisiko memperlebar kesenjangan dan menghambat stabilitas sosial-ekonomi dalam jangka panjang.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mendorong adanya implementasi terhadap suatu hasil riset ke dalam industri untuk mendukung pemerataan ekonomi suatu wilayah.

"Masih terdapat persoalan mendasar yang menghambat optimalisasi potensi tersebut yakni kesenjangan antara riset dan industri," katanya di Surabaya, Rabu (15/4).

Adik mengatakan hal itu harus dilakukan lantaran selama ini kapasitas riset terus meningkat namun banyak hasil riset yang berhenti pada tahap publikasi dan belum diimplementasikan secara luas.

Menurutnya, keterlibatan industri dalam proses riset juga masih minim sehingga adopsi hasil penelitian menjadi rendah.

Selain itu, belum adanya mekanisme hilirisasi yang kuat membuat hasil riset sulit diterjemahkan menjadi produk atau solusi yang bernilai ekonomi.

Kondisi ini menyebabkan ketimpangan di Indonesia termasuk Jawa Timur yakni kuat dalam menghasilkan output riset namun lemah dalam menciptakan dampak ekonomi nyata.

Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara akademisi, peneliti, pelaku industri, dan pemerintah agar inovasi yang dihasilkan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan transformasi riset di Jawa Timur harus mulai diarahkan pada perubahan paradigma yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Pendekatan lama yang bersifat supply-driven yakni akademisi menentukan topik riset dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan ekonomi saat ini.

“Diperlukan pergeseran menuju pendekatan demand-driven research yakni riset yang berbasis pada kebutuhan nyata industri,” kata Adik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.