Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penelitian Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penelitian Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen Doc: Antara
Ket. Suasana hutan di Erek-erek Geoforest masuk dalam kawasan Perhutani Wilayah Barat Banyuwangi yang menjadi lokasi penelitian.

Jember - Dosen Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Jember (Unej) meneliti tanaman zaman prasejarah di Geopark Ijen, khususnya wilayah Erek-erek Geoforest di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang memiliki kekayaan sumber daya alam luar biasa.

Tumbuhan paku dari marga Cyathea tergolong tanaman zaman prasejarah karena diperkirakan sudah ada di bumi sejak 65 juta tahun yang lalu dan tanaman tersebut ada di wilayah Erek-erek Geoforest Banyuwangi.

"Kami menemukan ada dua jenis paku pohon di wilayah Erek-erek Geoforest, yakni Cyathea contaminas dan Cyathea orientalis," kata salah satu dosen yang juga peneliti Fakultas MIPA Unej Prof. Hari Sulistyowati di Jember, Rabu.

Menurut dia tanaman paku pohon tumbuh subur di Erek-erek Geoforest yang berada di ketinggian antara 1.600 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang masuk dalam kawasan Perhutani Wilayah Barat Banyuwangi.

"Bahkan tim kami menemukan banyak paku pohon yang tingginya mencapai enam hingga 10 meter seperti pohon kelapa. Kondisi itu dimungkinkan karena lingkungan Erek-erek Geoforest yang masih alami, kelembaban tinggi, kanopi pohon yang rapat dan limpahan sumber air," tuturnya.

Ia mengatakan kelestarian hutan di wilayah Erek-erek juga karena kondisi topografinya karena wilayah itu seperti dibentengi oleh bentang alam Gunung Rante.

"Kami menduga bahwa bentang alam itu yang melindungi wilayah Erek-erek dari letusan Gunung Ijen purba pada masa lalu. Tak heran jika kondisinya masih terjaga, masih seperti ribuan tahun lalu," katanya.

Hari bersama timnya ketika memulai riset di Erek-erek Geoforest merasa takjub dengan kondisi alamnya, seperti sedang masuk ke hutan di era dinosaurus.

"Keberadaan paku pohon yang masuk tumbuhan purba beserta lingkungan pendukungnya itu tentu saja menarik untuk dikaji. Saat ini para ahli Biologi FMIPA Unej terus meneliti," ujarnya.

Seperti yang dilakukan oleh dua dosen, Fuad Bahrul Ulum dan Dwi Setyati, yang berusaha mendeskripsikan dan meneliti morfologi paku pohon, mulai dari tinggi batang, warna sisik, bentuk spora hingga bagaimana perkembangbiakannya.

"Diharapkan hasil penelitian akan menambah khazanah pengetahuan mengenai tumbuhan paku pohon yang merupakan fosil hidup karena bentuknya yang hampir tidak berubah sejak zaman prasejarah," katanya.

Dosen Unej juga meneliti kekayaan sumber daya alam lainnya di Erek-erek Geoforest, mulai dari lingkungan, tanaman hingga hewan yang ada, karena memang sungguh luar biasa sehingga bisa menjadi sumber pengetahuan dan peluang riset lanjutan.

Tidak heran jika kemudian wilayah Erek-erek Geoforest tergolong High Conservation Value (HCV) atau Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT). KBKT adalah konsep identifikasi nilai biologis, ekologis, sosial, atau budaya yang sangat signifikan di suatu wilayah.

KBKT digunakan untuk melindungi keanekaragaman hayati, jasa ekosistem, dan kebutuhan masyarakat. Begitu pentingnya sehingga semua pihak harus turut menjaga kelestariannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

43 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.