Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Papua Barat Siapkan Beasiswa Kedokteran bagi Mahasiswa OAP

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 13:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Papua Barat Siapkan Beasiswa Kedokteran bagi Mahasiswa OAP Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Barnabas Dowansiba memberikan keterangan soal program beasiswa kedokteran saat ditemui awak media di Manokwari, Rabu (15/4/2026).

MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan program beasiswa khusus pendidikan kedokteran bagi orang asli Papua (OAP) sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga dokter, terutama di wilayah terpencil.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, di Manokwari, Rabu (15/4), mengatakan beasiswa tersebut merupakan bagian dari Program Papua Barat Cerdas dengan dukungan biaya sekitar Rp100 juta per orang per tahun.

“Setiap penerima wajib menandatangani surat perjanjian bermeterai sebagai komitmen untuk kembali dan mengabdi di Papua Barat setelah menyelesaikan pendidikan,” kata Barnabas.

Menurut dia, penandatangan kerja sama berdasarkan hasil evaluasi pemerintah provinsi terhadap pelaksanaan program tahun sebelumnya, karena kebanyakan penerima bantuan pendidikan tidak kembali ke daerah asal setelah lulus.

Beasiswa pendidikan dokter khusus OAP saat ini dalam tahap penyusunan standar operasional prosedur (SOP), termasuk penentuan kuota penerima yang akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah serta jumlah pendaftar. “Setelah semua rampung, kami lakukan sosialisasi, baru dibuka untuk pendaftaran. Mulai jalan April 2026,” kata dia.

Barnabas menjelaskan beasiswa kedokteran hanya diberikan kepada mahasiswa OAP yang berstatus aktif kuliah dengan melampirkan surat keterangan dari kampus masing-masing, kartu mahasiswa dan transkrip nilai.

Pemerintah provinsi juga telah berkoordinasi dengan tujuh kabupaten terkait penempatan lulusan kedokteran yang menerima bantuan biaya pendidikan untuk mengisi kekosongan tenaga medis di fasilitas layanan kesehatan.

“Karena biaya pendaftaran awal masuk kuliah tidak ditanggung pemerintah provinsi,” kata Barnabas.

Ia mencontohkan Kabupaten Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan yang hingga kini masih kekurangan tenaga dokter di puskemas, sehingga membutuhkan respons cepat dari pemerintah daerah setempat untuk menjawab permasalahan dimaksud.

“Sekali lagi saya tekankan, penerima harus tanda tangan perjanjian. Sebab, tahun-tahun sebelumnya, sudah biayai, tapi setelah lulus tidak mau kembali mengabdi,” ujar Barnabas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.