Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentuhan Digital Mahasiswa Unri Bikin Perikanan Agam Makin Efisien

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sentuhan Digital Mahasiswa Unri Bikin Perikanan Agam Makin Efisien Doc: ANTARA/ HO-UNRI
Ket. Sejumlah mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (UNRI) peserta program Pengabdian Kepada Masyarakat di Nagari Koto Kaciak, Agam, Sumbar.

JAKARTA – Pengelolaan perikanan lewat digitalisasi sekarang mulai jadi game changer yang bikin sektor ini lebih rapi dan terukur.

Dulu banyak proses masih manual—mulai dari pencatatan hasil tangkapan sampai distribusi—yang bikin data sering nggak akurat. Sekarang, dengan sistem digital, semua bisa dipantau lebih real-time, dari laut sampai ke pasar.

Buat nelayan dan pelaku usaha, ini jadi peluang besar. Mereka bisa tahu kapan waktu tangkap yang optimal, harga pasar terkini, sampai jalur distribusi yang lebih efisien. Jadi bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal meningkatkan pendapatan dan mengurangi risiko kerugian.

Di sisi lain, pemerintah juga diuntungkan karena pengawasan jadi lebih mudah. Praktik penangkapan berlebih atau ilegal bisa lebih cepat terdeteksi.

Kalau dikelola dengan baik, digitalisasi ini bukan cuma bikin sektor perikanan lebih modern, tapi juga lebih berkelanjutan dan adil untuk semua pihak.

Mahasiswa Universitas Riau (Unri) membantu masyarakat Nagari Koto Kaciak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dalam pengelolaan perikanan melalui digitalisasi dengan menghadirkan budidaya adaptif, serta pemasaran berbasis ekosistem digital.

Ketua Kelompok sekaligus Dosen Asisten Ahli Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau Rizki Oktavian mengatakan upaya itu dilakukan dengan memperkenalkan sistem BPSMT-DIGIFISH yakni budidaya perikanan skala mikro terintegrasi berbasis ekosistem digital.

"Masalah klasik di Nagari Koto Kaciak adalah rendahnya produktivitas perikanan dan rantai pasok yang belum terintegrasi. Masyarakat selama ini terjebak pada cara-cara konvensional yang rentan gagal saat bencana melanda," kata Rizki dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4).

Sehingga dalam menjawab kondisi tersebut, mahasiswa Unri memperkenalkan sistem BPSMT-DIGIFISH sebagai model budidaya perikanan skala mikro terintegrasi yang menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan ekosistem berbasis kebutuhan lokal masyarakat.

Melalui metode Budidaya Ikan dalam Ember berbasis resirkulasi, masyarakat dilatih untuk menghasilkan sumber pangan mandiri di lahan sempit dengan sistem yang fleksibel dan mudah diterapkan dalam berbagai kondisi.

Keunggulan sistem itu terletak pada sifatnya yang portabel sehingga wadah budidaya dapat dipindahkan dengan mudah ketika terjadi ancaman bencana, memberikan solusi adaptif terhadap kondisi geografis wilayah tersebut.

Ia menekankan teknologi itu bukan sekadar alat, melainkan bentuk pencerahan yang mampu mengubah pola pikir masyarakat menuju sistem produksi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Selain aspek budidaya, mahasiswa juga mendorong penguatan nilai tambah melalui kolaborasi dengan UMKM lokal untuk mengolah hasil perikanan menjadi produk siap saji yang memiliki daya saing pasar.

Produk “LEMBUKU” atau lele bumbu kuning menjadi contoh konkret transformasi hasil panen yang sebelumnya dijual mentah menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi dengan kemasan dan legalitas usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
UMKM Didorong Naik Kelas, S...
Advertisement
Emas..Emas, Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Emas..Emas, Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.