Jangan Mau Jadi Objek, Kesbangpol Sulbar Tantang Pemuda Jadi 'Pemburu' Hoaks dan Radikalisme
📅 Minggu, 12 Apr 2026, 21:40 WIB | Oleh: AlfredMAMUJU - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan pentingnya transformasi peran generasi muda dari sekadar objek menjadi subjek utama dalam menjaga stabilitas bangsa.
Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Muhammad Darwis Damir, menyerukan agar pemuda di Bumi Manakarra berdiri di garda terdepan guna menangkal paparan radikalisme, polarisasi sosial, hingga gempuran hoaks di ruang digital.
Dalam kegiatan pemberdayaan kemitraan bersama Polda Sulbar di SMKN 1 Tapalang Barat, Minggu (12/4), Darwis menekankan bahwa penguatan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila adalah harga mati untuk mewujudkan generasi yang tangguh dan berintegritas.
"Saya mendorong agar generasi muda di Sulbar menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme," kata Kepada Badan Kesbangpol Provinsi Sulbar Muhammad Darwis Damir di Mamuju, Minggu.
Darwis Damir menyampaikan itu pada pemberdayaan kemitraan antara polisi dan masyarakat melalui wawasan kebangsaan dan cinta tanah air yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Sulbar, di SMKN 1 Tapalang Barat Kabupaten Mamuju
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, paradigma lama yang menempatkan pemuda sebagai objek yang rentan terhadap paparan radikalisme, hoaks digital dan polarisasi sosial harus diubah.
Peran pemuda, menurut Darwis Damir, kini harus menjadi subjek utama yang berperan aktif sebagai agen perubahan, agen persatuan dan agen perdamaian.
"Pemuda harus mampu membawa inovasi positif, menjembatani perbedaan serta meredam konflik dan ujaran kebencian, termasuk di ruang digital," ujar Darwis Damir
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mewujudkan hal tersebut, Darwis Damir menekankan sejumlah langkah konkret, diantaranya, penguatan karakter melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kemudian meningkatkan literasi digital agar generasi muda mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi dan bijak menggunakan media sosial.
Selain itu, pemuda juga didorong aktif dalam dialog lintas kelompok guna memperkuat toleransi, menolak penyebaran hoaks dan propaganda radikal, serta meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan sosial dan organisasi kepemudaan yang berorientasi pada nilai kebangsaan.
Dalam konteks daerah, Darwis Damir menyampaikan bahwa Kesbangpol Sulbar memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas melalui pendekatan preventif, edukatif dan kolaboratif.
Upaya tersebut meliputi, deteksi dini potensi konflik, pembinaan ideologi secara berkelanjutan, hingga sinergi dengan aparat TNI dan Polri dalam pengawasan wilayah.
"Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dengan menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat dan komunitas pemuda," katanya.
Ia menekankan bahwa wawasan kebangsaan harus menjadi perisai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!