Pemkab Kuningan Minta Penyuluh Lebih Aktif Dampingi Petani, Produksi Padi Jadi Fokus Utama
📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meminta para penyuluh pertanian lebih aktif mendampingi petani guna menjaga stabilitas dan membantu peningkatan produksi padi di daerah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan kehadiran penyuluh di lapangan, menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan produksi pertanian.
“Penyuluh harus hadir, aktif, dan menjadi solusi di lapangan untuk membantu petani,” kata Wahyu saat dikonfirmasi di Kuningan, Sabtu.
Wahyu mengingatkan sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika pasar global.
Dalam kondisi tersebut, menurut dia, penyuluh tidak cukup hanya berperan sebagai pendamping teknis, tetapi harus menjadi agen perubahan bagi petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Penyuluh harus naik kelas menjadi penggerak. Mampu mengedukasi, memengaruhi, dan memastikan petani siap menghadapi perubahan,” katanya.
Ia mengakui masih terdapat keluhan petani terkait minimnya kehadiran penyuluh di lapangan, yang perlu segera dibenahi.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong pola kerja penyuluh yang lebih proaktif, solutif, dan berbasis kebutuhan petani serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wahyu menyampaikan ada tiga kekuatan utama penyuluh ke depan meliputi penguasaan pengetahuan, kemampuan membangun kepercayaan petani, serta integritas sebagai teladan.
Pemerintah daerah, kata dia, memastikan transformasi peran penyuluh menjadi prioritas guna menjaga konsistensi produksi padi dan ketahanan pangan daerah.
“Kuncinya penyuluh harus benar-benar hadir dan bekerja untuk petani,” katanya.
Pihaknya mendata selama tahun 2024, surplus beras daerah tercatat sekitar 93 ribu ton dan meningkat menjadi 120 ribu ton pada 2025.
Sementara, ia menyebutkan sekitar 78 persen sawah atau 20.310 hektare dari total luas baku sawah 26.016 hektare telah dipanen di Kuningan hingga akhir Maret 2026.
“Kami meminta penyeluh lebih progresif dalam mengawal musim tanam dan panen. Sehingga, kita mengisi pasokan beras nasional sejak awal tahun,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!