KADIN Institute: Ini Alasan MBG Bisa Transformasi Ekonomi Nasional
📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 08:08 WIB | Oleh: Yebdi Trismar“Hampir separuh murid, 48,5% siswa, mengaku jarang atau bahkan tidak pernah sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Dengan begitu 85,8% siswa selalu menghabiskan makanan MBG yang disajikan,” ungkap Dr. Hari Nugroho, MA, Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI.
Sejalan dengan itu, Research Institute Of Socio-Economic Development (RISED) baru-baru ini juga melakukan penelitian terkait MBG yang berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga dan anak penerima manfaat.
"Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ungkap Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi.
Sejalan dengan temuan RISED, Indikator Politik juga mengumumkan hasil survei serupa yakni, 12,2% masyarakat sangat puas dengan MBG, serta 60,6% masyarakat cukup puas dengan program MBG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Intervensi pemerintah dalam memberikan makanan bergizi memang berdampak langsung pada konsentrasi belajar dan kualitas ilmu yang diserap siswa. Inilah fondasi utama untuk menciptakan SDM unggul di masa depan.
Mulya Amri, kembali menegaskan “Program ini adalah investasi jangka panjang. Meski manfaat kualitas sumber daya manusia (SDM) baru akan terasa 5 hingga 15 tahun ke depan,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!