Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Cirebon Cari Investor, Targetkan Sampah Jadi Bahan Bakar RDF

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Cirebon Cari Investor, Targetkan Sampah Jadi Bahan Bakar RDF Doc: Antara
Ket. Pemulung saat bekerja di salah satu lokasi tempat pembuangan sampah di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (10/4).

Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membidik masuknya investasi untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif berupa refuse derived fuel (RDF) guna mempercepat penanganan persoalan sampah di daerah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala di Cirebon, Jumat (10/4), mengatakan langkah itu menjadi strategi untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah yang masih terbatas.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini terus menjalin komunikasi, dengan sejumlah calon investor di sektor pengolahan sampah.

“Sejauh ini kami masih bertemu dengan mediator, belum langsung dengan investor sebagai pemilik perusahaan,” kata Hendra.

Atas dasar tersebut, pihaknya kini terus menggencarkan promosi terkait potensi investasi di bidang pengolahan sampah di Kabupaten Cirebon.

Menurut dia, kehadiran investor sangat dibutuhkan agar sampah, khususnya organik, dapat diolah menjadi produk bernilai seperti RDF yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri semen.

Hendra menyebutkan produksi sampah di Kabupaten Cirebon, saat ini mencapai sekitar 1.200 ton per hari dari berbagai sumber.

Namun, kata dia, kemampuan penanganan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat baru sekitar 400 ton per hari atau sekitar sepertiga dari total produksi.

“Kondisi ini menunjukkan masih ada kesenjangan besar dalam penanganan sampah,” katanya.

Ia mengakui, keterbatasan sarana dan prasarana, menjadi kendala utama dalam optimalisasi pengelolaan sampah.

Selain itu, ia menyampaikan keterbatasan anggaran juga berdampak pada penyediaan fasilitas seperti armada angkut, kontainer, dan alat berat.

“Kami juga sudah mengusulkan bantuan ke provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menambah sarana tersebut,” ujarnya.

Hendra mengemukakan masuknya investasi di sektor pengolahan sampah, diharapkan mampu mempercepat penanganan sampah sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

“Dengan pengolahan menjadi RDF, sampah tidak hanya tertangani, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.