Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendalikan Fluktuasi Harga Ayam, Kementan Dorong Asosiasi Jaga Stablitas Harga di Tingkat Peternak

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 09:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kendalikan Fluktuasi Harga Ayam, Kementan Dorong Asosiasi Jaga Stablitas Harga di Tingkat Peternak Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar rapat koordinasi perunggasan nasional pada Selasa (7/4) untuk merespons fluktuasi harga ayam hidup (livebird) dengan bobot di atas 2 kilogram di tingkat peternak

JAKARTA– Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar rapat koordinasi perunggasan nasional pada Selasa (7/4) untuk merespons fluktuasi harga ayam hidup (livebird) dengan bobot di atas 2 kilogram di tingkat peternak. Pertemuan ini melibatkan berbagai asosiasi sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan usaha perunggasan.

Langkah ini dilakukan di tengah kondisi harga livebird yang masih tertekan di sejumlah wilayah. Kementerian Pertanian memandang perlu adanya intervensi yang terukur agar keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga, sekaligus melindungi peternak dari potensi kerugian.

Dari hasil rapat tersebut, disepakati harga acuan livebird untuk bobot di atas 2 kilogram yang mulai berlaku Rabu (8/4/2026). Untuk wilayah Jawa Tengah ditetapkan minimal Rp19.000 per kilogram, Jawa Timur Rp19.500, dan Jawa Barat Rp20.000. Kesepakatan ini akan dievaluasi dalam dua hari guna melihat efektivitasnya dalam menstabilkan pasar.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan di sektor perunggasan. Menurutnya, koordinasi lintas pihak menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasar.

“Kami terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan,” kata Hary, seraya menegaskan bahwa pemantauan perkembangan di lapangan dilakukan secara berkala melalui laporan dan koordinasi intensif guna memastikan kebijakan berjalan efektif.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia, Mukhlis Wahyudi, menilai tekanan harga livebird dipengaruhi oleh kondisi kelebihan pasokan, meskipun saat ini suplai untuk bobot di atas 2 kilogram relatif stabil. Ia juga menyebut bahwa fenomena penurunan harga ini kerap berulang setiap tahun, terutama setelah Idulfitri.

“Kondisi ini tidak hanya karena oversupply, tetapi juga pola pasar yang berulang setiap tahun setelah Lebaran. Meskipun pasokan mulai terkendali, harga belum sepenuhnya pulih,” ujar Mukhlis.

Di sisi lain, Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional, Sugeng Wahyudi, menekankan pentingnya komitmen seluruh pelaku usaha dalam mematuhi harga yang telah disepakati. Ia mengingatkan bahwa disiplin pasar harus dijaga agar kebijakan yang telah dibuat tidak sia-sia.

“Kepatuhan dari anggota sangat penting. Jangan sampai kita tetapkan harga tapi tidak dipatuhi, harus ada sanksi,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan asosiasi, diharapkan stabilitas harga livebird dapat segera tercapai, sehingga usaha peternak rakyat tetap berkelanjutan dan ekosistem perunggasan nasional semakin sehat serta berkeadilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.