Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Prabowo Minta Terminal Khusus Haji di Arab Saudi, Arus Jamaah Ditarget Lebih Cepat

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Prabowo Minta Terminal Khusus Haji di Arab Saudi, Arus Jamaah Ditarget Lebih Cepat Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat di hadapan 800 pejabat negara mulai dari menteri sampai dengan eselon I kementerian/lembaga saat Rapat Kerja Pemerintah di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto telah meminta izin kepada Kerajaan Arab Saudi agar ada terminal khusus di bandara negara itu untuk jamaah haji Indonesia sehingga arus masuk dan keluar para tamu Allah itu dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi, nanti terminal itu khusus untuk haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (8/4).

Presiden juga menyatakan, mulai tahun ini masa tunggu antrean haji di Indonesia paling lama 26 tahun atau berkurang dari durasi sebelumnya selama 48 tahun.

“Saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga bertanya mengenai Kampung Haji Indonesia di Makkah kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar, kemudian petinggi Danantara, yang diwakili oleh COO Danantara Dony Oskaria dan CTO Danantara Sigit P. Santosa.

Ketiganya kompak menjawab Pemerintah Indonesia, melalui Danantara, telah mengamankan lahan total seluas 45 hektare untuk Kampung Haji Indonesia.

“Kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara, yang bisa menampung (jamaah haji Indonesia),” ujar Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, terkait efisiensi biaya haji, Presiden juga memanggil Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny Kairupan dan meminta laporan mengenai tindak lanjut instruksi  soal pembentukan perusahaan patungan antara Garuda Indonesia dengan Saudia Airlines, maskapai nasional Arab Saudi.

Presiden menjelaskan perusahaan patungan itu dapat membantu Indonesia menekan biaya haji, sekaligus memberikan keuntungan bagi maskapai nasional Indonesia dan Arab Saudi.

Dua bulan

“Jadi, selama ini, pesawat Garuda berangkat bawa (jamaah) haji ke tanah suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian. Dia mengembalikan (jamaah) haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya mengatakan, kenapa tak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Jika wacana itu terwujud, maka pesawat-pesawat Garuda yang mengantarkan jamaah haji ke tanah suci, dapat kembali dengan membawa penumpang.

Hal yang sama juga berlaku pada pesawat-pesawat Saudi, saat mereka selesai mengangkut jamaah haji Indonesia pulang ke tanah air, pesawat-pesawat itu dapat kembali mengangkut penumpang ke Arab Saudi.

Presiden pun mengingatkan Glenny akan instruksi itu telah diberikan dua bulan yang lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Ratusan Remaja Mendaftar Ik...
Megapolitan
Rute KRL Tanah Abang-Rangka...

Distribusi Kekayaan Harus Diperkuat

43 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Distribusi Kekayaan Harus D...

Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing

43 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.