Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPRD DKI Sentil Jakpro: Fokus Kelola Aset Daerah Demi Hindari Kerugian Ratusan Miliar

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 18:50 WIB | Oleh:
DPRD DKI Sentil Jakpro: Fokus Kelola Aset Daerah Demi Hindari Kerugian Ratusan Miliar Doc: TopBusiness
Ket. DPRD DKI Jakarta melalui Komisi B menyoroti pentingnya perbaikan kinerja PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Penekanan ini disampaikan dalam agenda penjelasan hasil Diagnostic Performance Review yang membahas arah strategis perusahaan ke depan.

JAKARTA - DPRD DKI Jakarta melalui Komisi B menyoroti pentingnya perbaikan kinerja PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Penekanan ini disampaikan dalam agenda penjelasan hasil Diagnostic Performance Review yang membahas arah strategis perusahaan ke depan.

Evaluasi tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan Jakpro memiliki model bisnis yang lebih berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah mendorong pendapatan yang bersifat rutin dan stabil.

Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh menegaskan bahwa Jakpro perlu kembali ke fondasi bisnis yang menghasilkan pendapatan berulang. Hal ini dinilai penting mengingat selama ini perusahaan lebih banyak menjalankan penugasan dari pemerintah.

"Sebab Jakpro selama ini basic nya penugasan yang banyak di sana," ujar Nova.

Ia menambahkan, ke depan perusahaan harus mengutamakan sumber pendapatan yang lebih pasti. Optimalisasi aset dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut.

"Itu yang kita dorong. Pengelolaan aset ini bisa menjadikan hasil yang maksimal," lanjut Nova.

Selain itu, Komisi B juga menyoroti adanya penugasan di luar bisnis inti perusahaan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membebani kinerja keuangan Jakpro.

"Di luar dari core business-nya, tidak boleh ada lagi," tegas Nova.

Sejumlah aset strategis disebut harus menjadi fokus pengelolaan Jakpro. Di antaranya Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, dan Velodrome yang dinilai memiliki potensi besar dalam menghasilkan pendapatan.

Dengan pengelolaan optimal, aset tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perusahaan. Pendekatan ini juga dinilai lebih realistis dibanding memperluas penugasan baru.

"Fokus saja dengan beban yang ada sekarang," ungkap Nova.

Komisi B turut menyoroti besarnya beban depresiasi aset yang mencapai ratusan miliar rupiah. Kondisi ini dinilai harus diimbangi dengan arus kas yang sehat agar tidak membebani perusahaan.

"Tadi disampaikan sudah depresiasi aset hampir Rp700 miliaran. Kurang lebih sampai seperti itu," ujarnya.

Untuk itu, penguatan manajemen keuangan dinilai menjadi hal mendesak. Alur kas perusahaan harus dikelola secara lebih disiplin agar mampu mendukung operasional dan pengembangan usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Gubernur DKI Resmikan Gedun...
Olahraga
Polri Perkuat Pembinaan Gen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.