Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Tanggapan Ketua PARFI '56 terkait Judul Film 'Aku Harus Mati'yang Diprotes Warga

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Tanggapan Ketua PARFI '56 terkait Judul Film 'Aku Harus Mati'yang Diprotes Warga Doc: ANTARA
Ket. Ketua Persatuan Artis Film Indonesia '56 Marcella Zalianty menyampaikan keterangan di sela acara di Balai Budaya, Jakarta, Senin (6/4/2026).

JAKARTA - Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI '56) Marcella Zalianty mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam membuat judul film dan materi promosi film menyusul masalah baliho film berjudul "Aku Harus Mati."

Baliho film horor itu menuai kritik dari warga dan ahli kesehatan karena dinilai bisa berdampak buruk terhadap orang dengan kerentanan psikologis.

"Setiap konsep kreatif pasti ada dampaknya, dan itu sebaiknya juga kita pikirkan," kata Marcella di Jakarta, Senin.

"Pemilihan kata dalam komunikasi itu harus hati-hati, karena bisa berdampak secara psikologis, tidak hanya komersial," katanya.

Dia mengemukakan bahwa polemik yang muncul berkaitan dengan poster promosi film "Aku Harus Mati" bisa menjadi pembelajaran bagi para pelaku usaha kreatif dalam merancang strategi komunikasi publik.

"Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bagaimana memilih diksi dan strategi komunikasi yang lebih baik," katanya.

Dalam kasus promosi film "Aku Harus Mati", ia mengatakan, pembuat film bisa menggunakan pilihan judul lain yang lebih baik.

"Bukan berarti filmnya harus berhenti, bisa saja diberikan alternatif judul atau pendekatan lain yang lebih aman,” katanya.

Marcella menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial di industri film.

"Tidak ada benar atau salah, tapi lebih kepada kepekaan sosial yang perlu dipertimbangkan," katanya.

Dia menyampaikan bahwa mekanisme peninjauan konten diperlukan untuk memastikan materi yang ditampilkan aman bagi publik.

Berkenaan dengan masalah film "Aku Harus Mati", dia mengatakan bahwa penilaian sebuah karya film mestinya tidak hanya dilakukan berdasarkan judul dan materi promosi film saja.

"Kita juga tidak bisa langsung menilai filmnya layak atau tidak, apalagi kalau belum menonton," katanya.

Masalah dalam pemilihan judul dan materi promosi film itu, menurut dia, bisa menjadi bahan evaluasi bersama untuk mencegah kerugian pada masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

33 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.