Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selat Hormuz Diblokade, ITS Perkuat Inovasi Energi Alternatif dan Terbarukan

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Selat Hormuz Diblokade, ITS Perkuat Inovasi Energi Alternatif dan Terbarukan Doc: Istimewa
Ket. Blokade Selat Hormuz oleh Iran, yang menyalurkan hampir 20 persen pasokan minyak global, memicu krisis energi dan ekonomi dunia. Dampak meliputi lonjakan harga minyak mentah, ancaman krisis pangan akibat pasokan pupuk: terganggu, dan kenaikan biaya logistik dan inflasi

SURABAYA - Keterbatasan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini akibat adanya krisis global menjadi peringatan penting bagi ketahanan energi Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya mengembangkan inovasi energi berkelanjutan melalui riset berbasis teknologi.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany menjelaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada cadangan, tetapi juga kemampuan mengembangkan sumber energi alternatif lainnya. Menurutnya, percepatan transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) penting untuk mengurangi ketergantungan energi fosil. “Ketahanan energi perlu didukung teknologi berbasis potensi lokal,” tuturnya.

Menjawab tantangan tersebut, menurut dosen yang biasa disapa Taufany ini, ITS juga mengembangkan riset bahan bakar alternatif lainnya. Salah satunya riset bahan bakar yang berbasis kelapa sawit melalui konversi crude palm oil (CPO) menjadi bensin biogasolin. Inovasi bensin biogasolin sawit ITS atau Benwit ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi domestik sebagai solusi energi alternatif yang mendukung kemandirian energi nasional.

Selain itu, ITS juga mengembangkan berbagai inovasi energi terintegrasi melalui pembangunan Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI). Fasilitas ini merupakan living laboratory energi terbarukan terbesar di Indonesia yang mengintegrasikan berbagai sumber energi seperti photovoltaic, agrovoltaic, biomassa, hingga hidrogen. “REIDI dirancang untuk menjembatani riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” jelasnya.

Melalui fasilitas tersebut, ITS tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pengujian dan implementasi dalam skala nyata. Dengan pendekatan tersebut, REIDI diharapkan mampu menjadi model pengelolaan energi terbarukan yang terintegrasi di Indonesia. “Implementasi langsung menjadi kunci agar inovasi dapat memberikan dampak nyata,” imbuhnya.

Pendekatan integratif ini juga diterapkan ITS di luar lingkungan kampus, salah satunya melalui proyek Solar2Wave. Proyek ini menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung nearshore pertama di Indonesia yang ditujukan untuk mendukung kemandirian energi di wilayah pesisir. “Pendekatan berbasis wilayah penting untuk memperluas akses energi bersih,” ujarnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, ITS juga mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan berbagai sumber bahan bakar alternatif, seperti bioetanol, kendaraan listrik, hingga teknologi hydrogen fuel cell. Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan efisien. “Diversifikasi energi diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Taufany menekankan bahwa penguatan ketahanan energi nasional memerlukan sinergi antara riset, kebijakan, dan implementasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi faktor kunci dalam percepatan pengembangan teknologi energi. “Kolaborasi diperlukan agar inovasi dapat diimplementasikan secara luas,” pungkas dosen Departemen Teknik Kimia ITS tersebut.

Selain riset, melalui Kawasan Sains Teknologi (KST) atau Science Techno Park (STP) Otomotif, ITS juga melayani konversi kendaraan roda dua berbahan bakar bensin menjadi motor listrik berbasis baterai. Melalui bengkel konversi yang berdiri sejak tahun 2022 ini, ITS turut mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional dan menyediakan solusi mobilitas yang lebih efisien serta ramah lingkungan bagi masyarakat. Hingga kini, bengkel ini telah berhasil mengonversi beberapa tipe sepeda motor mulai dari skutik, bebek, hingga sport.

Kontribusi ITS dalam pengembangan energi berkelanjutan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Dengan penguatan riset dan kolaborasi, ITS diharapkan terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

19 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

1.5 jam yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.