Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembentukan Taman Anak Sejahtera di NTB

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 23:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembentukan Taman Anak Sejahtera di NTB Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakir Walad saat ditemui usai menghadiri rapat di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (7/4-2026).

Mataram - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan konsep program inovatif berupa Taman Anak Sejahtera (TAS) sebagai pusat penguatan sekaligus penitipan anak yang representatif, terutama untuk membantu warga kurang mampu dan orang tua yang bekerja.

"Target kami Program TAS bisa direalisasi tahun 2026 ini," kata Kepala Dinsos Kota Mataram Muzakir Walad di Mataram, Selasa.

Menurutnya, Program TAS yang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk penguatan pengasuhan anak, direncanakan menggunakan gedung Kantor Dinas Sosial Kota Mataram di Jalan RA Kartini Monjok, Mataram, karena dinilai sangat strategis dan memadai untuk memaksimalkan berbagai fungsi pelayanan sosial.

Sementara Kantor Dinas Sosial direncanakan pindah ke gedung Kantor Wali Kota Mataram Jalan Pejanggik. "Jadi bekas kantor kami di Monjok, akan kami optimalkan jadi lokasi Program TAS," katanya.

Lokasi itu dinilai sangat representatif dan luas, sehingga bisa dimaksimalkan sebagai fungsi panti sosial yang ada, termasuk untuk gudang logistik dapur umum dan yang paling utama adalah Program TAS.

​Program TAS, lanjutnya, tidak hanya sekadar tempat penitipan anak, tetapi juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung berupa taman bermain, ruang ramah anak, ruang edukasi, bimbingan kesehatan, fasilitas ramah disabilitas seperti toilet khusus difabel dan lainnya.

Bahkan anak-anak yang dititip juga akan mendapatkan jatah makan.

"Prinsipnya, gedung tersebut akan kami desain secara aman untuk tumbuh kembang anak," katanya.

Dalam operasionalnya, kata dia, Dinsos akan melibatkan tenaga ahli pada masing-masing bidang, termasuk para tenaga pengasuhan yang kompeten dan didampingi oleh psikiater.

Karena itu dalam operasionalnya skema yang digunakan akan menerapkan subsidi siang agar keberadaan TAS dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru di Kota Mataram.

Artinya, bagi masyarakat miskin, misalnya pedagang pasar di sekitar lokasi yang membawa anak mereka ikut ke pasar, mereka bisa menitipkan sementara di TAS dan layanan akan diberikan secara gratis.

"Sedangkan bagi orang tua dari kalangan mampu, wanita karier, pegawai, akan dikenakan biaya tertentu layaknya tempat penitipan anak swasta," katanya.

Hasil dari biaya itu, lanjut dia, akan digunakan untuk penggajian staf dan disetorkan ke daerah, serupa dengan sistem retribusi.

​Jika terealisasi, kata dia, Program TAS akan menjadi yang pertama dikelola langsung oleh instansi pemerintah di tingkat kabupaten/kota se-NTB, dimana biasanya layanan serupa lebih banyak dikelola oleh pihak swasta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.