Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepri Tempel Ketat Jakarta, Bima Arya Bongkar Rahasia Provinsi Kepulauan Riau Masuk Jajaran Elit Nasiona

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Kepri Tempel Ketat Jakarta, Bima Arya Bongkar Rahasia Provinsi Kepulauan Riau Masuk Jajaran Elit Nasiona Doc: ANTARA/HO-Kemendagri
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi stabilitas pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan mendorong agar capaian tersebut dijaga secara konsisten sehingga berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.

"Nah, sekali lagi kami apresiasi tadi Kepulauan Riau pertumbuhan ekonomi baik, angka-angka ekonominya baik dan harus terus bertahan untuk bisa menyumbang dari pertumbuhan ekonomi nasional," kata Bima dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepri Tahun 2027 secara daring dari Jakarta, Senin.

Selain itu, kata dia, prestasi tersebut juga menjadi salah satu kunci bagi Indonesia agar terhindar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

Bima menjelaskan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengklasifikasikan kapasitas fiskal daerah menjadi tiga kategori, yakni kuat, sedang, dan lemah.

Dalam konteks tersebut, dia merinci Provinsi Kepri masuk dalam kategori daerah dengan kapasitas fiskal kuat melalui kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 54,52 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan dana transfer pusat ke daerah yang berada pada angka 45,44 persen.

Selain itu, sejumlah indikator makro juga menunjukkan kinerja yang baik, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 80,53.

Capaian tersebut menjadikan Kepri sebagai salah satu daerah dengan IPM tertinggi secara nasional setelah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Meski demikian, Bima menilai optimalisasi belanja daerah masih perlu ditingkatkan. Ia mengungkapkan struktur anggaran dalam RKPD masih didominasi oleh belanja penunjang, di antaranya gaji pegawai dan operasional, yang mencapai 40,20 persen di tingkat provinsi dan 49,50 persen di tingkat kabupaten/kota.

Oleh karena itu, menurut dia, alokasi anggaran untuk program yang berdampak langsung terhadap masyarakat perlu diperbesar.

"Namun, memang PR-nya adalah realisasi untuk belanjanya. Belanjanya ini masih cukup rendah, Pak Gubernur, ya. PR-nya adalah bagaimana alokasi pendapatan juga diimbangi oleh belanjanya yang maksimal," ujar Bima.

Lebih lanjut, dia juga mendorong pemerintah daerah agar bersinergi dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bima meminta agar kepala daerah terlibat aktif dalam memastikan kelancaran ekosistem dan rantai pasok program tersebut dari hulu hingga ke hilir, sehingga pelaksanaannya berjalan optimal.

Dia pun menekankan agar pelaksanaan Musrenbang tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi wadah kolaboratif dengan pendekatan pentaheliks.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.