Dampak Kenaikan Harga Plastik Menggigit, Pemerintah Putar Otak Cari Solusi
📅 Senin, 06 Apr 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Kenaikan harga plastik mendorong pelaku industri dan pemerintah untuk memperkuat langkah mitigasi guna menjaga stabilitas biaya produksi dan rantai pasok.
Lonjakan harga yang dipicu oleh kenaikan harga minyak, gangguan pasokan bahan baku, serta dinamika global dapat langsung menekan margin industri, terutama sektor manufaktur dan kemasan.
Secara analitis, strategi mitigasi dapat ditempuh melalui diversifikasi bahan baku, peningkatan efisiensi penggunaan plastik, serta percepatan adopsi material alternatif yang lebih berkelanjutan.
Selain itu, optimalisasi daur ulang dan penguatan industri plastik berbasis circular economy menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.
Dalam jangka menengah, stabilitas harga sangat bergantung pada kemampuan industri beradaptasi dan dukungan kebijakan yang mendorong inovasi serta efisiensi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanpa langkah tersebut, kenaikan harga plastik berpotensi berlanjut dan berdampak pada inflasi serta daya saing industri.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan pemerintah saat ini tengah membahas langkah mitigasi atas kenaikan harga plastik, yang dipicu oleh lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut telah berdampak pada pelaku UMKM, sehingga pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ditemui di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin (6/4), Maman mengakui bahwa sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan keluhan terkait naiknya harga plastik untuk kemasan produk.
“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik … Tapi kami akan siapkan mitigasinya,” kata Maman.
Ia mengatakan Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah yang tepat dalam mengatasi dampak kenaikan bahan baku plastik.
Terkait detail langkah yang akan diambil, Maman menilai masih terlalu dini untuk dijelaskan sebelum pembahasan teknis selesai.
Harga plastik di dalam negeri dilaporkan melonjak 30–80 persen menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel, dan Iran.
Gejolak tersebut mengganggu pasokan bahan baku utama plastik dan mendorong kenaikan harga di pasar domestik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!