Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Salam Khas Cirebon akan Dihidupkan Kembali  

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 13:59 WIB | Oleh:
Salam Khas Cirebon akan Dihidupkan Kembali    Doc: ist
Ket. salam dari kepala daerah

CIREBON – Untuk melestarikan budaya lokal, Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menerapkan penggunaan salam khas berupa “Kulanun-Mangga.” Ini sebagai langkah pelestarian tradisi sekaligus penguatan identitas budaya.

“Kebijakan tersebut diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon pada Kamis (2/4) kemarin,” kata Bupati Cirebon Imron saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat.

Ia menyampaikan, penggunaan salam tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.

Istilah “Kulanun-Mangga”, kata Imron, sejatinya bukan hal baru karena sudah menjadi kebiasaan lama yang kini kembali dimunculkan agar lebih dikenal luas.

“Kalau kita bertemu, ada kebiasaan yang jadi ciri khas kita. Itu yang sekarang kita angkat lagi,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan salam tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan salam nasional maupun keagamaan yang sudah digunakan masyarakat.

Sebaliknya, ia menuturkan kehadiran “Kulanun-Mangga” justru melengkapi ragam sapaan yang mencerminkan identitas lokal Cirebon.

Ia menambahkan, penggunaan salam khas itu ke depan akan dibiasakan dalam setiap sambutan acara, baik di lingkungan pemerintahan daerah maupun masyarakat umum.

Imron menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga serta mengembangkan budaya sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Cirebon.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penguatan simbol budaya seperti “Kulanun-Mangga” penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Kabupaten Cirebon, kata dia, memiliki keunggulan karena warisan budayanya masih hidup dan terlihat nyata hingga saat ini. “Keunggulan Cirebon itu peninggalannya masih ada, terlihat, dan hidup di masyarakat,” ucap Dedi.

Kaltim Libatkan Mahasiswa

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya mempercepat pembangunan desa berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif mahasiswa di daerah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, di Samarinda, Jumat, mengungkapkan bahwa langkah strategis yang kini dimatangkan adalah penguatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.