Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peringatan Tsunami Dicabut, BMKG: Tim SAR Mulai Begerak Masuki Wilayah Terdampak di Sulut-Malut

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 11:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peringatan Tsunami Dicabut, BMKG: Tim SAR Mulai Begerak Masuki Wilayah Terdampak di Sulut-Malut Doc: ANTARA
Ket. Petugas BMKG memperlihatkan pusat titik lokasi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulut dan Malut melalui layar monitor di Kantor BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pengakhiran peringatan dini tsunami menjadi acuan bagi tim SAR gabungan untuk mulai bergerak masuk wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,6 di Maluku Utara (Malut)-Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (2/4).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, mengatakan peringatan dini tsunami diakhiri pada pukul 09.56 WIB setelah melalui serangkaian pemantauan.

Setelah pengakhiran peringatan dini, tim SAR, BPBD, dan tim asesmen dapat mulai masuk lokasi terdampak.

BMKG merilis data pengamatan muka air laut atau tide gauge secara bertahap tiga kali, yakni sekitar 59 menit, 1 jam 38 menit, hingga 3 jam 45 menit setelah gempa, sesuai prosedur operasional standar.

"Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan hingga akhirnya peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir," kata dia.

BMKG juga mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam pemantauan dan penanganan dampak gempa yang berpotensi tsunami.

Selain itu, BMKG menilai peran media massa penting dalam menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya misinformasi.

Teuku mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait di daerah.

"Peningkatan mitigasi bencana penting, termasuk pembangunan infrastruktur tahan gempa dan kewaspadaan di wilayah rawan tsunami," ujarnya.

Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, dengan dirasakan masyarakat di sejumlah daerah, seperti Ternate, Manado, dan Gorontalo dengan intensitas bervariasi.

BMKG mencatat gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa wilayah pesisir, antara lain Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, serta Minahasa Utara 0,75 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perbaikan Subsidi harus Bersamaan dengan Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini, saya sangat sepakat dengan ...
  • Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter
    Preview komentar:
    Program diskon kemerdekaan yang diluncurkan oleh Pertamina ini ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.