Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Predator Incar Anak, IDAI Bongkar 6 Tahap Licik Child Grooming yang Jarang Disadari Orang Tua

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 03:00 WIB | Oleh:

Pada tahapan ini, Ariani melanjutkan, pelaku tidak hanya berusaha mendekati anak yang menjadi sasarannya, tetapi juga berusaha meyakinkan orang tua supaya mengizinkan anak berinteraksi lebih jauh dengan dia.

"Pelaku mengambil hati yang awal dulu, memperkenalkan rahasia juga. Si anak mulai dikenalkan 'ini rahasia ya, kamu jangan bicara ke siapa-siapa'. Akhirnya si anak mau melakukan sesuatu yang tidak diizinkan oleh orang tua," katanya.

Setelah mendapatkan kepercayaan dari anak dan orang tua, pelaku kejahatan akan masuk ke tahapan yang disebut fulfilling a need, memenuhi kebutuhan.

Berdasarkan informasi yang sudah dikumpulkan tentang anak maupun orang tuanya, pelaku child grooming akan membanjiri sasaran dengan perhatian, kasih sayang, dan hadiah.

Pelaku setelah itu akan melakukan isolasi, berusaha menanamkan doktrin bahwa dialah satu-satunya yang memahami korban dengan menawarkan berbagai "bantuan."

Selanjutnya, pelaku child grooming akan memulai tahapan yang disebut sexualizing the relationship.

Menurut Ariani, pelaku awalnya akan melakukan sentuhan nonseksual yang bisa membuat anak menjadi kurang peka serta kemudian menormalisasi dan tidak menolak sentuhannya.

"Mungkin di awal korban merasa risih 'ini kenapa seperti ini’. Tetapi si pelaku membuat normalisasi 'ini loh tanda kalau orang dewasa sayang sama kamu seperti ini enggak usah takut'. Akhirnya lama-lama ke arah sentuhan yang lebih seksual, misalnya mau memegang area tubuh yang sensitif," ia menjelaskan.

Setelah korban berada dalam kendali pelaku, Ariani melanjutkan, manipulasi akan terus dilakukan untuk mempertahankan kendali.

Pada tahapan yang disebut maintaining control ini, dia mengatakan, pelaku child grooming akan menggunakan ancaman seperti menyebarkan foto atau video kepada orang tua dan teman jika korban menolak keinginannya.

Selain itu, pelaku kejahatan berupaya menumbuhkan rasa bersalah pada korban dan membuat korban merasa tidak bisa keluar dari lingkaran kejahatan yang melingkupinya.

"Tetap si anak dipaksa untuk merahasiakan. Jika si anak mulai tidak nyaman, mulail ah lagi diberikan perhatian, diberikan hadiah-hadiah. Jadi si anak merasa tidak bisa keluar dari lingkaran grooming ini," kata Ariani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Tiga Penyanyi Akan Menutup FIFA Asean Cup

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tiga Penyanyi Akan Menutup ...
Megapolitan
Bahasa dan Musik Lokal Mest...
Megapolitan
Jumlah Anggota DPRD Kemungk...
Olahraga
Hudson: Supporter Stadion U...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.