Pertumbuhan Ekonomi Harus Diikuti Pemerataan Pendapatan
📅 Senin, 30 Mar 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiKetimpangan pendapatan dan kekayaan di Indonesia masih berada pada level tinggi karena kuatnya cengkeraman oligarki.
MONAKO - Pemimpin tertinggi Tahta Suci Vatikan, Paus Leo XIV dalam kunjungannya ke Monako mengecam semakin lebarnya kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Monako sebagai tempat bermain para jutawan secara mengejutkan dipilih sebagai tujuan perjalanan pertamanya ke Eropa Barat selama masa kepausannya.
Dengan menggunakanhelikopter dari Roma, paus pertama yang mengunjungi kerajaan kecil disambut oleh penguasa Monako, Pangeran Albert II, dan istrinya, Putri Charlene, di helipad Monte Carlo.
Pemimpin umat Katolik dunia itu mengecam jurang pemisah yang semakin lebar antara kaum miskin dan kaum kaya. Saat berpidato dalam bahasa Perancis dari balkon Istana Pangeran, Paus pertama kelahiran Amerika Serikat itu menyampaikan pidato yang menyentuh tema keadilan sosial dan ketidaksetaraan yang sangat penting bagi pendahulunya, Paus Fransiskus.
Dia pun mengecam konfigurasi kekuasaan yang tidak adil, struktur dosa yang menciptakan jurang pemisah antara orang miskin dan kaya, antara yang mendapat hak istimewa dan yang terpinggirkan, antara teman dan musuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paus Leo menegaskan bahwa kekayaan harus melayani hukum dan keadilan, terutama pada momen bersejarah ketika pertunjukan kekuatan dan logika kemahakuasaan melukai dunia dan membahayakan perdamaian, sebuah referensi yang jelas terhadap meningkatnya jumlah konflik di seluruh dunia.
“Bagi sebagian orang, tinggal di sini adalah sebuah hak istimewa, dan bagi setiap orang, ini merupakan panggilan khusus untuk mempertanyakan tempat mereka sendiri di dunia,” katanya. Beberapa warga setempat mendengarkannya dari balkon apartemen pribadi mereka, dengan segelas sampanye di tangan.
Sekitar 5000 warga setempat berkumpul di luar istana untuk mendengarkan pidato Paus, banyak di antara mereka mengacungkan bendera berwarna merah dan putih milik kerajaan serta kuning dan putih milik Vatikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya gemetar, ini sangat mengharukan, dan saya sangat bangga,” kata Alix Pearce, seorang perwakilan penjualan berusia 34 tahun yang datang bersama keluarganya.
Setelah pidatonya, lebih dari 1500 anak muda menyambut Leo di alun-alun di depan Gereja Saint Devota, yang didedikasikan untuk santo pelindung Monako.
Tanda yang Kuat
Pangeran Albert mengatakan dalam sebuah wawancara dengan harian lokal Nice-Matin kunjungan tersebut merupakan pertanda kuat yang membuktikan pentingnya kerajaan Monako dalam dunia Kristen Katolik.
Sang pangeran menambahkan bahwa ia memiliki kesamaan tujuan dengan Vatikan, termasuk solidaritas internasional dan promosi perdamaian melalui olahraga.
Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko yang diminta pendapatnya mengatakan, perspektif pembangunan ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, namun pertumbuhan ekonomi yang dikuti perbaikan indikator pembangunan yang lain, seperti pemerataan pendapatan, tingkat pendidikan yang lebih baik, tingkat kesehatan yang meningkat dan indikator pembangunan lain yang menunjukkan standard hidup yang meningkat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!