Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasaman Barat Dukung Pembatasan Game Online dan Media Sosial, 80 Persen Kasus Pelecehan Anak Dipicu Ruang Digital

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasaman Barat Dukung Pembatasan Game Online dan Media Sosial, 80 Persen Kasus Pelecehan Anak Dipicu Ruang Digital Doc: Antara
Ket. Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pasaman Barat. Pemkab setempat mendukung penuh kebijakan pembatasan akses game online dan media sosial bagi anak di bawah umur karena pelecehan seksual di daerah itu selama 2025 dipengaruhi oleh ruang digital.

Simpang Empat - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat sangat mendukung kebijakan pembatasan akses game online dan media sosial bagi anak-anak di bawah umur karena pelecehan seksual di daerah itu selama 2025 dipengaruhi oleh ruang digital.

"Dengan adanya Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) akan memperkuat perlindungan kepada anak," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat Armen di Simpang Empat, Sabtu.

Menurutnya hampir 80 persen dari 112 kasus pelecehan terhadap adan di tahun 2025 itu dipengaruhi oleh ruang digital atau media sosial.

Meskipun sudah ada aturan tu, dia berharap pentingnya kerja sama berbagai pihak termasuk orang tua, pendidik, dan platform digital serta pihak terkait lainnya.

"Orang tua diharapkan aktif mendampingi anak ketika menggunakan internet. Di sisi lain, sekolah juga perlu mengembangkan metode pembelajaran yang tidak sepenuhnya bergantung pada media sosial," sebutnya.

Dia mengatakan dari kasus yang merupakan tangani maupun oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasaman Barat pada umumnya kekerasan terhadap anak berasal dari dari media sosial.

"Tentu adanya aturan baru ini akan membatasi anak bermain game online dan bermedia sosial," katanya.

Kemudian pembatasan itu tentunya diikuti dengan metode pembelajaran di sekolah yang juga membatasi ruang digital.

"Mudah-mudahan dengan adanya pembatasan ini aman bisa menekan angka kekerasan terhadap anak di Pasaman Barat nantinya," ujarnya.

Pihaknya juga terus meningkatkan sosialisasi ke sekolah terkait kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Dalam Peraturan Menteri Komdigi nomor 9 tahun 2026 sebagai aturan pelaksana dari PP Tunas, dijelaskan bahwa beberapa sanksi yang berlaku untuk platform yang tidak mematuhi aturan di antaranya sanksi administratif berupa pemberian surat teguran, penghentian akses sementara, hingga pemutusan akses.

Aturan ini efektif mulai 28 Maret 2026, membatasi anak dari platform-platform digital berisiko tinggi terutama untuk penerapan awalnya berlaku kepada delapan platform digital yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
Triwulan II-2026, Sektor Tr...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.