Personil Angkatan Udara Israel Didakwa karena Menjual Rahasia Sistem Pertahanan Iron Dome pada Intelejen Iran
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSekitar tanggal 9 Desember, Cohen mengirimkan 27 gambar dan video Iron Dome kepada petugas penghubungnya melalui Telegram, yang menunjukkan proses penembakan, laju penembakan, fakta bahwa ada peluncur cadangan, dan prosedur pengaktifan peluncur tersebut.
Atas permintaan agen Iran, Cohen juga memberikan rincian lokasi tujuh pangkalan IAF tempat dia sebelumnya bertugas di sistem Iron Dome, serta lokasi dua baterai Iron Dome — satu di pangkalan Hatzerim dan yang lainnya di pangkalan Palmachim.
Cohen juga memberikan rincian pribadi dan detail kontak warga negara Israel lainnya kepada agen tersebut, termasuk seorang petugas keamanan di Kediaman Presiden, dan seorang kerabatnya yang bertugas sebagai pilot angkatan udara, di antara yang lainnya.
Pada tanggal 18 Januari tahun ini, Cohen dipanggil kembali untuk bertugas sebagai pasukan cadangan guna mempersiapkan perang yang sedang berlangsung dengan Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, ketika agen yang mengendalikannya menghubunginya lagi pada 18 Februari menggunakan profil pengguna Telegram dengan foto saudara perempuan Cohen, Cohen memblokir agen tersebut. Agen itu kemudian mengancam akan melaporkan Cohen kepada dinas keamanan Israel, tampaknya melalui profil pengguna yang berbeda, yang menyebabkan Cohen menghapus aplikasi Telegram dari ponselnya sepenuhnya.
“Kepolisian Israel dan Shin Bet sekali lagi memperingatkan warga negara dan penduduk Negara Israel agar tidak berhubungan dengan agen asing dari negara musuh, atau pejabat yang tidak dikenal. Terlebih lagi, melakukan misi untuk mereka dengan imbalan pembayaran atau untuk alasan lain apa pun,” demikian bunyi pernyataan bersama dari kedua dinas tersebut.
“Para pejabat ini, termasuk agen intelijen dan teroris dari negara-negara musuh, terus berupaya merekrut dan menggunakan warga Israel untuk misi keamanan, spionase, dan terorisme di Israel, termasuk selama perang yang sedang berlangsung,” lanjut pernyataan itu, menambahkan bahwa agen-agen tersebut juga berupaya merekrut warga Israel melalui jejaring media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama dua tahun terakhir, puluhan warga Israel telah didakwa melakukan spionase atas nama Iran. Dalam banyak kasus, agen Iran merekrut warga Israel melalui media sosial, khususnya melalui Telegram.
Meningkatnya jumlah agen Iran bahkan mendorong Israel untuk membuka sayap baru di penjara Damon di Haifa bagi mereka yang didakwa atas tuduhan spionase tersebut. Sejauh ini hanya satu dari terduga mata-mata yang telah divonis, karena sebagian besar kasus masih dalam proses hukum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!