Isi Khutbah Idul Fitri 1447 H di Istiqlal: Menyemai Kebaikan dan Keberkahan
📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 08:00 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Gemuruh takbir memenuhi ruang utama Masjid Istiqlal, Jakarta, saat ribuan jamaah memadati masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut untuk menunaikan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3).
Mereka mulai memadati masjid tersebut sejak 06.00 WIB. Sejumlah pejabat, anggota Kabinet Merah Putih, seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, dan duta besar negara sahabat datang ke tempat tersebut sekitar pukul 06.26.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga memasuki Masjid Istiqlal bersama rombongan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang turut mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 H di tempat itu, menyampaikan bahwa Ramadhan tahun ini menjadi kesempatan untuk kembali hidup harmonis bersama alam.
Hal itu, katanya, karena Islam mengajarkan umat tentang relasi dengan Allah, manusia, dan lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua MPR Muzani yang juga mengikuti Shalat Id di tempat itu, mengharapkan bangsa Indonesia selalu beroleh perlindungan dan kekuatan.
"Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan kita seluruh bangsa Indonesia mendapatkan perlindungan, kekuatan, dan tetap menjaga kekompakan, persaudaraan, dan persahabatan kita," kata dia.
Dalam Shalat Idul Fitri kali ini, berlaku sebagai imam I KH Ahmad Husni Ismail dan imam II Ahmad Rofiuddin Mahfuzh. Selain itu, bilal I yakni Harmoko dan bilal II Ahmad Achwani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khatib Shalat Id, yakni Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan, menyampaikan tema khutbah tentang "Kemenangan Idulfitri: Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan".
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3).
"Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag di Jakarta, Kamis (19/3).
Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah adanya hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, yang menyebutkan bahwa tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!