Ericsson Luncurkan Radio AI-Ready untuk Akselerasi Jaringan 5G Pintar di Indonesia
📅 Jumat, 20 Mar 2026, 23:35 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Ericsson
JAKARTA - Ericsson memperkenalkan portofolio baru yang mencakup radio AI-ready, antena, serta perangkat lunak Radio Access Network (RAN) yang ditingkatkan dengan AI. Solusi ini dirancang untuk membantu operator, termasuk di Indonesia, membangun jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan siap menghadapi masa depan.
Di saat aplikasi berbasis AI tumbuh dengan cepat secara global, jaringan seluler dituntut untuk menghadirkan performa yang semakin tinggi, termasuk kapasitas uplink yang lebih kuat, latensi yang lebih rendah, serta reliabilitas dan efisiensi energi yang lebih baik. Portofolio terbaru Ericsson menjawab kebutuhan yang kian berkembang, sekaligus memungkinkan ekspansi 5G yang lebih terukur dan efisien secara biaya.
Mendukung Ambisi 5G Indonesia
Seiring dengan percepatan agenda 5G nasional di Indonesia–dengan pemerintah menargetkan cakupan sekitar 32% pada 2030–kesiapan infrastruktur, efisiensi pemanfaatan spektrum, dan pengembangan jaringan yang berkelanjutan masih menjadi prioritas strategis untuk operator maupun pembuat kebijakan.
Solusi yang tepercaya, aman, dan terukur yang akan mengoptimasi penggunaan spektrum, meningkatkan performa, dan meningkatkan efisiensi biaya akan menjadi faktor krusial untuk mempercepat adopsi 5G secara nasional sambil memastikan keberlanjutan investasi jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Seiring dengan percepatan ekspansi 5G di Indonesia, jaringan yang cepat bukan satu-satunya prioritas – tetapi juga jaringan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Di Ericsson, kami melihat AI-ready RAN sebagai fondasi dari perjalanan ini,” ujar Nora Wahby, Presiden Direktur Ericsson Indonesia melalui siaran pers pada hari Senin (16/3).
“Dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke Radio Access Network, kami memungkinkan terbentuknya jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi, sehingga dapat membantu operator di Indonesia mempercepat penyebaran jaringan sekaligus mengoptimalkan investasi jangka Panjang,” imbuhnya.
Mendorong Kinerja Operator dan Meningkatkan Pengalaman Pengguna
Sebaiknya Anda baca juga:
Portofolio baru ini mencakup sepuluh perangkat radio yang siap mendukung AI, peningkatan kemampuan software RAN, serta lima antena berkinerja tinggi yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum, meningkatkan kinerja uplink, dan mempermudah proses implementasi.
Dengan mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam lapisan hardware dan software, operator dapat mengoptimalkan sumber daya jaringan secara lebih dinamis, meningkatkan pengelolaan lalu lintas, serta mendorong efisiensi operasional. Langkah ini sekaligus mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung gelombang inovasi 5G berikutnya.
Fitur berbasis AI, seperti beamforming cerdas, prediksi jangkauan jaringan berbasis AI, serta pengelolaan mobilitas dan latensi yang lebih canggih, memungkinkan alokasi kapasitas jaringan dilakukan secara real-time berdasarkan pola penggunaan data. Dengan kemampuan ini, penyedia layanan dapat memaksimalkan investasi infrastruktur sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan 5G yang berkelanjutan.
Bagi pengguna, kemajuan ini akan menghadirkan konektivitas yang lebih konsisten dan andal—mulai dari streaming video yang lebih lancar, pengalaman bermain game seluler yang lebih mulus, hingga aplikasi real-time berbasis AI.
Di sisi lain, konektivitas yang dapat dibedakan berdasarkan latensi, kecepatan, atau tingkat keandalan juga membuka peluang bagi operator untuk menghadirkan layanan lebih beragam yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen konsumen maupun korporasi. Hal ini sekaligus menciptakan peluang monetisasi baru di luar paket data konvensional.
Nora Wahby menambahkan, AI-ready RAN bukan lagi sekadar evolusi jaringan, melainkan sebuah transformasi dalam cara jaringan dibangun dan dioperasikan. Seiring dengan meningkatnya penggunaan data dan semakin kompleksnya berbagai use case, operator membutuhkan infrastruktur yang dapat berpikir, beradaptasi, dan melakukan optimalisasi secara real-time.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!