Padang Jadi Percontohan Digitalisasi Bantuan Sosial

Rabu, 18 Mar 2026, 12:10 WIB

PADANG – Hasil luar biasa dicapai Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) karena terpilih sebagai daerah percontohan nasional penerapan digital bantuan sosial (bansos) untuk menjamin bantuan tepat sasaran.

"Pada 2026 Kota Padang ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional terkait penerapan digital bansos agar penerima bantuan betul-betul tepat sasaran," kata Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Kota Padang, Rabu. 

Ket. Foto: digitalisasi bansos — Sumber: ist

Maigus Nasir mengatakan digital bansos merupakan sebuah aplikasi khusus yang digagas Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Sosial serta Badan Pusat Statistik.

Setelah libur Lebaran 1447 Hijriah pemerintah daerah khususnya perangkat atau dinas terkait akan mulai mendapatkan bimbingan teknis penerapan digital bansos. Artinya, pada 2026 Kota Padang sudah bisa menerapkan dan menyalurkan bantuan berbasis digital.

Eks anggota DPRD Sumbar itu mengatakan khusus di provinsi setempat Kota Padang merupakan satu-satunya daerah yang terpilih untuk menerapkan proyek percontohan digital bansos.

Penerapan digital bansos juga selaras dengan visi dan misi Kota Padang yang mengutamakan dan mengedepankan pelayanan serta birokrasi yang berbasis digital. Setelah aplikasi digital bansos rampung, maka selanjutnya dinas terkait akan menyosialisasikannya kepada masyarakat terkait penggunaannya.

Untuk memperlancar implementasi digital bansos, Kota Padang menyiapkan 4.000 tenaga relawan atau agen yang siap membantu masyarakat yang mungkin kurang melek terhadap teknologi.

"Artinya, kalau ada warga kita yang tidak bisa menggunakan aplikasi digital bansos, maka ada 4.000 petugas yang siap membantu mereka," kata dia.

217.000 Paket

Sementara itu,  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyalurkan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional berupa beras dan minyak goreng kepada 211.782 keluarga penerima manfaat menjelang Lebaran 2026.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Banyuwangi, Selasa, menyampaikan penyaluran bulan Maret 2026 ini merupakan tahap pertama di tahun 2026.

"Masing-masing penerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional ini mendapatkan bantuan berupa beras 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng untuk per bulan alokasi," ujarnya.

Ia berharap, bansos yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh warga miskin.

Menurut Mujiono, bantuan ini harapannya tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur keluarga kurang mampu, akan tetapi juga meminimalkan dampak fluktuasi harga di pasaran. "Ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama keluarga prasejahtera," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Banyuwangi Puguh Setyo menjelaskan penyaluran kali ini adalah untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret.

"Karena ini rapelan dua bulan, maka masing-masing penerima, mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng," katanya.

Ia menjelaskan di Banyuwangi bansos pangan didistribusikan melalui Perum Bulog setempat kepada keluarga penerima manfaat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

"Proses distribusi bantuan pangan sudah dimulai sejak 16 Maret dan diperkirakan rampung pada 30 April mendatang," katanya.

Ia menambahkan penyaluran bansos dilakukan berbasis desa/kelurahan, dan calon penerima bantuan cukup hadir ke balai desa/kelurahan setempat sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan, berupa KTP, Kartu Keluarga (KK) dan undangan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.