Karhutla Seluas 20 Hektare di Touna Sulteng Berhasil Dipadamkan

Selasa, 18 Agu 2026, 23:07 WIB

Palu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kalendang di Desa Balinggara, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah dengan luas areal terdampak sekitar 20 hektare.

"Kebakaran berasal dari lahan warga, lalu merembet ke kawasan hutan. Dugaan sementara api dipicu puntung rokok," kata Kepala BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto melalui keterangan tertulis yang diterima di Palu, Selasa.

Ket. Foto: Petugas gabungan berusaha memadamkan kobaran api dari kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Kalendang Desa Balinggara, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Senin (17/8/2026). — Sumber: Antara

Ia mengemukakan peristiwa itu terjadi pada Senin (17/8) sekitar Pukul 17.00 Wita. Petugas di lapangan sempat terkendala saat melakukan penanganan, karena api membesar dan kondisi angin cukup kencang.
‎
‎Penanganan kemudian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Touna, personel Dinas Pemadam Kebakaran, personel Polri, termasuk Camat Ampana Tete dan kepala desa setempat.

"Saat ini tim di lapangan melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api baru setelah api berhasil dipadamkan," ujarnya.

Menurut laporan pusat pengendalian operasi (pusdalops) Sulawesi Tengah tidak ada warga mengungsi maupun korban jiwa akibat peristiwa itu.

Selain itu BPBD setempat juga butuh peralatan mobile pemadam bila sewaktu-waktu terjadi peristiwa serupa agar langkah penanganan lebih cepat.

"Kalau kebakaran terjadi di atas gunung, kendaraan pemadam kebakaran sulit menjangkau titik api. Laporan kami terima, petugas butuh pemukul api atau fire flapper. Alat-alat manual sangat bermanfaat digunakan kalau peralatan konvensional tidak mampu menjangkau," tutur Asbudianto.

BPBD mengimbau masyarakat jangan membakar ranting-ranting pohon saat membuka lahan kebun baru, termasuk membuang puntung rokok sembarangan, karena kondisi cuaca saat ini sangat ekstrem.

"Jangan membakar sampah sembarangan, karena tingkat kelembaban udara berkurang sehingga cuaca lebih panas dan kekeringan semakin meningkat," ucapnya. ‎

  • karhutla

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.