• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • AMD Perkuat Dominasi di Su...

AMD Perkuat Dominasi di Superkomputer Dunia, Tenagai Empat dari 10 Sistem Tercepat Global

Rabu, 24 Jun 2026, 19:50 WIB

JAKARTA – Advanced Micro Devices (AMD) semakin memperkuat posisinya di industri komputasi berkinerja tinggi (High Performance Computing/HPC) dan kecerdasan buatan (AI) setelah teknologi yang dikembangkannya digunakan pada empat dari 10 superkomputer tercepat di dunia serta empat dari 10 superkomputer paling efisien secara energi.

Pencapaian tersebut tercermin dalam daftar terbaru TOP500 dan Green500 yang menjadi acuan global dalam mengukur performa serta efisiensi superkomputer. AMD mencatat dukungan terhadap 191 sistem yang masuk dalam kedua daftar tersebut, meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ket. Foto: Teknologi AMD mengotaki empat dari sepuluh superkomputer tercepat dan paling efisien di dunia. Perusahaan Ini memperkuat kepemimpinannya di sektor superkomputer global dengan mendukung empat dari 10 sistem tercepat dunia dan 191 sistem dalam daftar TOP500 serta Green500, sekaligus mendorong pengembangan AI dan HPC di Eropa. — Sumber: AMD

“Selain itu, sekitar 41 persen sistem baru yang masuk dalam daftar tahun ini juga menggunakan teknologi AMD, menunjukkan semakin besarnya peran perusahaan dalam mendukung kebutuhan komputasi ilmiah dan pengembangan AI di berbagai negara,” tulis AMD melalui keterangannya pada hari Rabu (24/6).

Teknologi yang menjadi tulang punggung pencapaian tersebut adalah prosesor AMD EPYC dan akselerator grafis AMD Instinct yang dirancang untuk menangani beban kerja komputasi berskala besar, mulai dari simulasi ilmiah hingga pengembangan model kecerdasan buatan.

Dalam daftar TOP500, sejumlah superkomputer berbasis AMD berhasil mempertahankan posisi di jajaran teratas. Sistem El Capitan menempati peringkat kedua dunia, disusul Frontier di posisi ketiga, sementara HPC7 yang baru diimplementasikan berhasil menembus posisi keenam.

AMD menyebut kombinasi CPU EPYC dan GPU Instinct menjadi fondasi bagi banyak sistem komputasi tercanggih saat ini, membantu lembaga penelitian, universitas, hingga perusahaan mempercepat berbagai proses riset dan inovasi berbasis AI.

Tak hanya unggul dalam performa, AMD juga menunjukkan kekuatan pada aspek efisiensi energi. Dalam daftar Green500 yang mengukur superkomputer paling hemat energi di dunia, empat sistem berbasis AMD berhasil masuk dalam 10 besar, yakni Otus di posisi kelima, Capella di posisi keenam, AMD Ouranos di posisi kesembilan, dan Portage di posisi kesepuluh.

Secara keseluruhan, lebih dari separuh atau sekitar 56 persen dari 50 superkomputer paling efisien di dunia dalam daftar Green500 menggunakan teknologi AMD.

Menurut perusahaan, capaian tersebut menunjukkan bahwa arsitektur komputasi yang dikembangkan AMD mampu menghadirkan keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi energi yang semakin dibutuhkan dalam era AI modern.

Dorong Ambisi AI Berdaulat di Eropa

AMD juga memainkan peran penting dalam pengembangan infrastruktur AI dan superkomputer di Eropa. Berbagai proyek strategis di kawasan tersebut memanfaatkan prosesor AMD EPYC dan GPU AMD Instinct untuk memperkuat kedaulatan teknologi serta kemampuan komputasi tingkat tinggi.

Salah satu contohnya adalah superkomputer HPC7 milik perusahaan energi Italia, Eni, yang menempati posisi keenam dalam daftar TOP500. Sistem ini digunakan untuk mendukung beban kerja AI, pemodelan, dan simulasi tingkat lanjut yang berkaitan dengan riset energi.

Selain itu, dua sistem pertama yang menggunakan GPU AMD Instinct MI355X di University of Cambridge berhasil masuk dalam daftar TOP500 pada peringkat ke-67 dan ke-68.

Di Finlandia, superkomputer LUMI yang dioperasikan oleh EuroHPC Joint Undertaking dan dikelola oleh CSC tetap menjadi salah satu pusat penelitian AI terpenting di Eropa. Sistem tersebut saat ini berada di posisi ke-11 dalam daftar TOP500 dan melayani berbagai kebutuhan komputasi ilmiah serta pengembangan AI.

Sementara itu, Prancis melalui lembaga komputasi nasional GENCI tengah mengembangkan Alice Recoque, yang diproyeksikan menjadi superkomputer exascale pertama negara tersebut. Sistem ini akan menggunakan GPU AMD Instinct MI430X dan prosesor AMD EPYC generasi keenam untuk mendukung kebutuhan HPC dan AI secara bersamaan.

Fokus pada Presisi Komputasi

AMD menilai bahwa meskipun perkembangan AI menjadi perhatian utama industri teknologi saat ini, kebutuhan terhadap komputasi presisi tinggi tetap sangat penting.

Berbagai aplikasi ilmiah seperti pemodelan iklim, simulasi material canggih, pengembangan pesawat generasi baru, hingga penelitian fusi nuklir masih membutuhkan komputasi presisi ganda atau double precision (FP64) untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat diandalkan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, AMD memperkenalkan pratinjau GPU AMD Instinct MI430X dalam ajang HPC User Forum 2026.

Perusahaan memproyeksikan GPU terbaru tersebut mampu menghadirkan performa FP64 native lebih dari 200 teraflops (TFLOPS). Jika terealisasi, kemampuan tersebut berpotensi menjadi standar baru dalam simulasi ilmiah, pemodelan kompleks, serta integrasi beban kerja AI dan HPC dalam satu infrastruktur komputasi.

AMD meyakini bahwa perpaduan antara performa tinggi, efisiensi energi, dan kemampuan komputasi presisi akan menjadi faktor kunci dalam mendukung generasi berikutnya dari kecerdasan buatan serta berbagai terobosan ilmiah di masa depan.

  • CPU
  • Data Center
  • AMD
  • Teknologi AI
  • AMD Instinct GPU
  • AMD EPYC
  • GPU AMD Instinct
  • Artificial Intelligence
  • GPU
  • Superkomputer
  • TOP500
  • Green500
  • High Performance Computing
  • HPC

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.