Fesyen Ramah Lingkungan Jadi Andalan, Kemenekraf Genjot Pemanfaatan Bahan Alami

Selasa, 23 Jun 2026, 14:00 WIB

JAKARTA – Inovasi penggunaan material lokal dalam industri fesyen menjadi strategi yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Pemanfaatan bahan baku lokal mendorong terciptanya rantai pasok yang lebih efisien, membuka peluang bagi pelaku usaha kecil, serta mengurangi ketergantungan pada material impor.

Ket. Foto: Benang dengan serat alami dari rami sebagai bahan baku produk fesyen yang dikembangkan jenama Aruna Creative, di Jakarta, Senin (22/6/2026). — Sumber: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif.

Di tengah tren konsumen yang semakin peduli terhadap keberlanjutan, pengembangan fesyen berbasis material lokal juga berpotensi meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar nasional maupun global.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong pelaku ekraf dan jenama fesyen lokal untuk melakukan inovasi penggunaan material lokal dengan memanfaatkan serat alami yang dinilai krusial dalam memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengatakan dalam membangun produk tidak hanya membutuhkan promosi, namun harus memikirkan keseluruhan ekosistem bisnis, khususnya pengembangan material tekstil yang berkelanjutan.

“Mulai dari bahan baku, pengolahan, industri, sampai model bisnis dan proyek investasinya. Kalau alurnya jelas serta skalanya terukur, maka akan lebih mudah menarik unsur kolaborasi dan proyeksi pembiayaan (IP financing) untuk pengembangan material tekstil berkelanjutan ini,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Irene mengatakan pengembangan serat alami sebagai bahan baku tidak hanya berfokus pada produk tekstil, tetapi juga mengedepankan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan seluruh bagian sumber daya alam dan menjadi produk bernilai tambah.

Ia menambahkan perlu ada sinergi dan dukungan antara riset, perguruan tinggi, industri dan pelaku ekonomi kreatif dalam menciptakan rantai pasok yang solid di industri fesyen berkelanjutan. Sinergi ini dapat membentuk mulai dari kajian material hingga produksi yang memungkinkan terciptanya produk fesyen ramah lingkungan.

“Riset dan pengembangan di kampus harus bisa bertemu dengan kebutuhan industri kreatif. Ketika ada proyeksi bisnis yang kuat dan pemanfaatan kekayaan intelektual yang tepat, inovasi lokal bisa berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing global,” kata Irene.

Salah satu serat alami yang dapat dijadikan bahan baku tekstil adalah serat rami yang dapat digunakan mulai dari pucuk sampai daun, hingga batang sampai kulit sehingga tidak ada limbah yang terbuang (zero waste) yang berperan aktif untuk ekosistem fesyen berkelanjutan.

Diharapkan pelaku ekraf di industri fesyen bisa mengembangkan bahan baku alami yang nyaman dikenakan. Dengan demikian, Indonesia tidak ketergantungan bahan baku dari luar negeri dan bisa fokus terhadap sumber daya alam yang menguntungkan dari hulu ke hilir.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.