Program 3 Juta Rumah: Presiden Prabowo Desak Kementerian PKP Segera Tuntaskan Kendala
📅 Selasa, 17 Mar 2026, 14:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah terus mendorong percepatan program pembangunan tiga juta rumah untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat. Presiden Prabowo Subianto disebut meminta agar program tersebut dijalankan lebih cepat dari kondisi saat ini.
Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo dalam kegiatan pencanangan pembangunan hunian. Acara tersebut digelar di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.
Menurut Hashim, Presiden menaruh perhatian besar terhadap progres program pembangunan perumahan nasional. Ia menyebut Prabowo menginginkan percepatan agar manfaat program segera dirasakan masyarakat.
"Presiden ingin program pembangunan 3 juta rumah ini berjalan lebih cepat," kata Hashim Djojohadikusumo.
Hashim mengungkapkan dirinya sempat bertemu Presiden beberapa minggu lalu untuk membahas perkembangan program tersebut. Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan perumahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebut Presiden menilai pelaksanaan program tersebut masih terkesan lambat. Karena itu, diperlukan langkah konkret untuk mempercepat realisasi pembangunan hunian bagi masyarakat.
"Presiden bertanya kenapa program perumahan ini terkesan berjalan lambat," ujar Hashim.
Salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut adalah faktor birokrasi. Hashim menjelaskan bahwa kementerian yang menangani sektor perumahan masih tergolong baru sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya jelaskan bahwa ada kendala birokrasi karena Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman merupakan kementerian baru," kata Hashim.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah tetap optimistis program tersebut dapat berjalan lebih cepat. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan hunian nasional.
Hashim menyebut partisipasi Badan Usaha Milik Negara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan program. Salah satunya adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang turut ambil bagian dalam pengembangan hunian.
"Dengan dukungan dari PT Kereta Api Indonesia, program ini akan segera terwujud," ujar Hashim.
Sebagai bentuk dukungan konkret, PT KAI membangun 5.484 unit hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. Proyek tersebut tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.
Pembangunan dilakukan di kawasan sekitar Stasiun Manggarai Jakarta, Stasiun Kiaracondong Bandung, Stasiun Semarang Poncol, dan Stasiun Surabaya Gubeng. Konsep yang digunakan adalah kawasan berbasis transportasi publik atau Transit Oriented Development.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!