Pemerintah Dorong Hunian Terintegrasi Transportasi lewat Konsep TOD dalam Program 3 Juta Rumah
📅 Selasa, 17 Mar 2026, 04:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan Presiden Prabowo Subianto kokoh dan memiliki komitmen kuat menghadirkan rumah layak bagi masyarakat melalui program pembangunan tiga juta rumah.
"Beliau (Presiden) kokoh dalam komitmen dan sejak awal meyakini bahwa keluarga yang sehat itu berawal dari rumah yang baik, dan masyarakat yang berdaya itu berawal dari rumah yang sejahtera," kata Menko AHY dalam Pencanangan Pembangunan Hunian Dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di lahan aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3).
AHY menyatakan pencanangan program pembangunan perumahan nasional menjadi momen penting dalam mewujudkan visi besar pemerintah menghadirkan hunian layak bagi masyarakat Indonesia.
Ia menyampaikan program strategis tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo yang meyakini keluarga sehat berawal dari rumah baik serta masyarakat berdaya lahir dari hunian sejahtera.
Menurut AHY, pemerintah mencanangkan program pembangunan tiga juta rumah untuk menjawab persoalan backlog perumahan yang masih terjadi sekaligus meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat prasejahtera dan masyarakat berpenghasilan rendah terhadap perumahan yang layak dan terjangkau di berbagai wilayah Indonesia.
"Termasuk juga dari sisi kualitas karena masih cukup banyak keluarga Indonesia yang hidup atau tinggal di rumah yang kurang atau tidak layak huni," tuturnya.
Oleh karena itu, AHY menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pembangunan perumahan nasional, termasuk PT KAI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, menurut AHY, pembangunan perumahan rakyat tidak hanya bertujuan mengatasi backlog perumahan, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menjelaskan sektor pembangunan perumahan dapat menciptakan peluang ekonomi baru melalui terbukanya berbagai lapangan pekerjaan di berbagai sektor pendukung pembangunan.
Dia menambahkan pengembangan sektor perumahan berpotensi mendorong pertumbuhan sedikitnya 180 jenis industri yang berkaitan dengan konstruksi, bahan bangunan, hingga sektor jasa lainnya.
Namun demikian, ia menilai tantangan terbesar dalam pembangunan perumahan selalu berkaitan dengan ketersediaan lahan yang siap digunakan dan memiliki status hukum yang jelas.
Oleh karena itu, AHY mengaku sebagai menteri yang membawahi Kementerian ATR/BPN; Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman; Kementerian Pekerjaan Umum; serta Kementerian Perhubungan, pihaknya terus memperkuat koordinasi di lintas kementerian tersebut.
Koordinasi dilakukan demi menghadirkan ekosistem pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang lebih terpadu serta mendukung pengembangan wilayah perkotaan secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!