Ekonomi RI Dinilai Bisa Jebol jika Inflasi Tembus 5 Persen
Selasa, 17 Mar 2026, 01:10 WIBJAKARTA - Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegeoro (Undip) Semarang yang juga Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan kalau inflasi tembus 5 persen ekonomi Indonesia bisa jebol.
Selama ini, papar Esther, lebaran selalu terjadi, dan mendorong inflasi dari sisi demand side karena ada peningkatan konsumsi rumah, ditambah risiko inflasi karena ada kenaikan harga minyak dunia sehingga mendorong inflasi dari sisi supply.
âKenaikan harga energi global di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan menjelang IdulFitri berpotensi menambah tekanan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia serta ketahanan sektor usaha, terutama UMKM,â ucap Esther.
Selama ini, terang dia, Ramadan dipandang sebagai peluang dan tantangan bagi perekonomian Indonesia. Adanya dinamika global seperti perang mempengaruhi stabilitas ekonomi. Potensi tersebut terlihat dari penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) yang mendorong lonjakan permintaan pangan,sandang, transportasi, serta mudik.
Namun, ketika menjelang Ramadan dan Idul Fitri sering terjadi lonjakan inflasi terutama pada komponen volatile food dan administered prices yang menyebabkan peran THR tidak begitu signifikan menaikkan daya beli. Kondisi yang demikian diperparah oleh kenaikan harga BBM, kemacetan saat mudik, serta dampak konflik global yang mendorong kenaikan harga energi dan bahan baku.
Dampak ekonomi Ramadan dan Idul Fitri tercermin dari pertumbuhan M1 yang meningkat namun pertumbuhannya melambat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mengonfirmasi pelemahan daya beli. Sementara itu, peningkatan konsumsi lebih banyak terjadi pada kelompok berpendapatan tinggi sedangkan kelas menengah ke bawah semakin tertekan. Kenaikan inflasi terjadi karena seasonal inflation baik dari demand side maupun supply side.
Direktur Eksekurif IESR Fabby Tumiwa mengatakan, inflasi bulan ini memang disebabkan kenaikan harga bahan pangan atau pokok karena kenaikan permintaan sepanjang bulan Ramadan, kenaikan harga transportasi karena lonjakan pemudik, dan kenaikan harga bahan bakar (BBM) karena faktor kenaikan harga minyak, serta pelemahan nilai tukar rupiah.
Faktor Idul Fitri
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi inflasi melonjak hingga mencapai 5 - 5,4 persen pada Maret (year on year/yoy) karena faktor libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, serta konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tinggi yang memengaruhi harga bahan pangan/pokok selama momentum ini.
âInflasi diperkirakan melonjak 5 hingga 5,4 persen pada Maret (yoy) karena faktor Lebaran, tapi juga dorongan kenaikan harga BBM nonsubsidi. Tantangan akan muncul saat konsumsi BBM pada saat mudik Lebaran lebih tinggi, sementara stok terganggu dengan adanya perang di Timur Tengah,â kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Senin.
âInflationary pressure dari BBM ke pangan meningkatkan harga di level pasar tradisional dan ritel modern,â jelasnya.
Lebih lanjut, Bhima mengatakan biaya logistik yang naik ini akan diteruskan dari pengusaha ke konsumen, yang dapat memengaruhi perilaku belanja pada momentum tersebut. âEkspektasi masyarakat sebagian akan berhemat di kala Lebaran, atau tidak membelanjakan seluruh dana tunjangan hari raya (THR). Efeknya adalah masyarakat menahan belanja barang sekunder dan tersier saat Lebaran. Konsumsi jadi tidak optimal, padahal ini momentum yang ditunggu pelaku usaha sepanjang tahun,â jelas dia.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Maestro Musik Qawwali Rahat Fateh Ali Khan dan Putranya Shahzaman Ali Khan Akan Konser di Malaysia
-
Resmi Hibahkan Gedung YLBHI, Gubernur Pramono: Ini Rumah Demokrasi dan Akses Keadilan Warga
-
Terkunci Aturan Hong Kong, Pemerintah Kebut Upaya Pulangkan 9 Jenazah WNI
-
Lebih Gampang dan Cepat, Yuk Bikin Kartu Layanan Gratis Kilat di Jakarta Urban Mobility Festival
-
Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.