Konsumsi Selama Menjelang Lebaran Diharap Mampu Dongkrak Pertumbuhan
📅 Senin, 16 Mar 2026, 13:01 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Belanja warga untuk lebaran memang sangat tinggi bahkan sudah sejak puasa. Maka, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kegiatan konsumsi rumah tangga yang cenderung meningkat selama periode libur Idul Fitri menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Perputaran uang selama perayaan dan libur Idul Fitri dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata rata 10-15 persen menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4 persen sampai 5,5 persen,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, Sarman mengatakan hal ini turut didukung dengan geliat ekonomi kuartal I secara keseluruhan, di mana terdapat pula momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, disusul dengan Tahun Baru Imlek pada Februari. “Maka (kami) sangat optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target,” ujar dia.
Sarman mengatakan, guna memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah bersama para pemangku kepentingan terkait perlu untuk menjaga psikologi masyarakat di tengah ketidakpastian imbas konflik global.
“Yang paling penting pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026, sehingga masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing-masing,” jelas Sarman.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hal sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” imbuhnya. Sementara itu, pemerintah memberikan sejumlah stimulus ekonomi guna mendukung konsumsi dan mobilitas selama periode libur Lebaran tahun ini.
Beberapa di antaranya adalah program diskon transportasi darat, laut, dan udara; kepastian pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja; pemberian bonus hari raya (BHR) bagi mitra pengemudi dan kurir daring; hingga penerapan bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) selama 5 hari untuk ASN maupun swasta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!