Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kurangi Kepadatan Arus Mudik, Menhub Minta Pemudik Manfaatkan WFA

📅 Minggu, 15 Mar 2026, 11:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kurangi Kepadatan Arus Mudik, Menhub Minta Pemudik Manfaatkan WFA Doc: Antara
Ket. Menhub Dudy Purwagandhi memberikan keterangan pers saat kunjungan kerja meninjau pemberian kompensasi untuk kusir delman di Polres Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026).

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mengatur jadwal perjalanan mudik, sehingga distribusi waktu perjalanan lebih merata dan potensi kemacetan selama periode Lebaran dapat dikurangi.

"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dengan memanfaatkan kebijakan work from anywhere, dengan begitu distribusi waktu mudik bisa merata dan mengurangi potensi kemacetan," kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Adapun pemerintah menerapkan kebijakan WFA bertepatan dengan masa libur Lebaran yang berlangsung sekitar dua pekan, yakni pada kisaran 14-29 Maret 2026. Periode tersebut mencakup libur Hari Raya Idul Fitri, libur Nyepi, serta cuti bersama.

Dudy menekankan, pentingnya mengurai kepadatan arus mudik dengan memanfaatkan kebijakan WFA saat meninjau kondisi arus transportasi dan sejumlah titik mudik di Jawa Barat pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Menhub didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi guna memastikan kesiapan layanan transportasi serta kelancaran pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

"Peninjauan ini kami lakukan untuk memantau secara langsung situasi lalu lintas di salah satu jalur utama mudik pada masa awal arus mudik," ujar Menhub.

Titik pertama pemantauan adalah Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan bahwa pergerakan kendaraan pada periode awal arus mudik mulai menunjukkan peningkatan.

Dia menyebutkan, berdasarkan laporan Jasa Marga, hingga saat ini volume kendaraan tercatat meningkat sekitar 14 persen dibandingkan kondisi hari normal.

“Sejauh ini memang sudah ada peningkatan, tetapi belum terlalu tinggi. Berdasarkan laporan dari Jasa Marga, hingga hari ini terjadi peningkatan sekitar 14 persen,” jelas Menhub.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026.

Selain itu, pemerintah juga mewaspadai potensi hambatan lalu lintas yang berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik.

Menhub juga mengimbau agar kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti aktivitas warga yang mencari koin dari pengguna jalan di jalur Pantura kawasan Kalisewo, Indramayu, dapat dihentikan sementara.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat dihentikan sementara mengingat pada saat arus mudik nanti jumlah kendaraan akan sangat banyak sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

"Yang paling penting, kami juga mengkhawatirkan keselamatan saudara-saudara kita yang berada di kawasan Kalisewo tersebut,” tutur Menhub.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

36 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.