Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Ambruk 17 Persen Sepanjang Tahun Ini, Dihantam MSCI dan Bayang-Bayang Perang Iran

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Ambruk 17 Persen Sepanjang Tahun Ini, Dihantam MSCI dan Bayang-Bayang Perang Iran Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini mengalami koreksi cukup dalam akibat kombinasi sentimen domestik dan global.

Tekanan awal datang dari kebijakan rebalancing indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu ketidakpastian aliran dana asing ke pasar saham Indonesia, sehingga meningkatkan aksi jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel yang mendorong sikap risk-off investor global.

Ketegangan ini memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan inflasi global, sehingga mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang lebih aman dan menekan kinerja pasar saham negara berkembang, termasuk IHSG.

IHSG per Jumat (13/3), berada di level 7.137,20 atau terkoreksi sebesar 1.509,74 poin atau sekitar 17,46 persen dari penutupan akhir tahun 2025 di posisi 8.646,94.

Seperti diketahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (13/3) sore, ditutup melemah 224,91 poin atau 3,05 persen ke posisi 7.137,20, mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi inflasi energi di tingkat global.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 22,86 poin atau 3,04 persen ke posisi 728,83.

"Investor khawatir konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berkepanjangan akan membuat harga minyak mentah di harga tinggi dalam waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya, sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan inflasi dan melebarnya defisit APBN," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, AS untuk sementara mengizinkan pembelian minyak mentah Rusia yang sudah berada di perairan untuk menstabilkan harga minyak mentah.

Diperkirakan terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang sudah dalam perjalanan di laut di sebanyak 30 lokasi di seluruh dunia per 12 Maret 2026, yang mana cukup untuk pasokan sekitar lima hingga enam hari.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level 95,77 dolar AS per barel, sementara jenis Brent berada di level 101,02 dolar AS per barel, data perdagangan hari ini pukul 17.00 WIB.

Menambah sentimen negatif, AS meluncurkan investigasi perdagangan baru terhadap 60 negara untuk menentukan apakah mereka gagal membatasi impor barang yang diproduksi dengan kerja paksa.

Pasal 301 mengizinkan pemerintah AS untuk mengenakan tarif pada negara-negara yang terbukti melakukan praktik perdagangan tidak adil tanpa otoritas tambahan dari Kongres.

Penyelidikan tersebut menyusul investigasi yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), yang menargetkan kelebihan kapasitas industri di 16 negara, termasuk China, Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Swiss dan Thailand.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.