Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polres Metro Bekasi Buru Komplotan Perampok SPBU Babelan, Uang Rp130 Juta Raib

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 04:20 WIB | Oleh:
Polres Metro Bekasi Buru Komplotan Perampok SPBU Babelan, Uang Rp130 Juta Raib Doc: Antara Foto
Ket. Polisi melakukan olah TKP di lokasi perampokan SPBU Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Kepolisian Resor Metro Bekasi memburu komplotan perampok yang beraksi dengan cara  kekerasan terhadap sejumlah karyawan di sebuah SPBU Jalan Raya Babelan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi hingga berhasil menggondol uang tunai senilai Rp130 juta.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni di Cikarang, Rabu.

Dia mengatakan petugas yang menerima laporan peristiwa dimaksud langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk meminta keterangan para saksi.

"Kami turut memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku. Para korban juga telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.

Berdasarkan keterangan korban yang diperkuat alat bukti, komplotan pelaku berjumlah empat orang mendatangi lokasi kejadian pada Selasa (10/3/2026) pukul 03.30 WIB saat situasi masih relatif sepi.

Tiba di lokasi, para pelaku langsung mengancam para pegawai menggunakan senjata diduga pistol mainan. Lima karyawan menjadi korban pemukulan dan penyekapan oleh komplotan perampok tersebut.

Tanpa basa-basi, komplotan tersebut langsung melancarkan aksi dengan memukul para karyawan hingga menyekap mereka di dalam sebuah ruangan. Salah satu korban sempat mencoba melawan sehingga mengalami luka.

"Korban berinisial M (62) mengalami luka di tangan kiri setelah melakukan perlawanan terhadap para pelaku. Korban lain berinisial B (49) juga menjadi sasaran kekerasan, terkena tendangan dan pukulan dari pelaku," ujarnya.

Sementara tiga karyawan lain yakni A (24), M (44) dan H (53) juga mengalami perlakuan buruk. Kepala mereka ditutup menggunakan selimut lalu tangan mereka diikat menggunakan kabel, lakban hingga tali rafia.

"Para korban diikat dan disekap agar tidak bisa melawan saat pelaku menjalankan aksi," katanya.

Setelah para pegawai tidak berdaya, pelaku dengan leluasa membobol brankas penyimpanan uang hasil penjualan bahan bakar dan berhasil membawa kabur uang tunai Rp130 juta sebelum melarikan diri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.