Pemerintah Belum Berencana Revisi APBN 2026
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Prasasti memperkirakan ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi berlangsung cukup lama dan membawa implikasi terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia,” kata Gundy.
Ia menjelaskan kenaikan harga minyak global di atas 100 dolar AS per barel dapat meningkatkan biaya produksi, menekan daya beli masyarakat, serta memberi tekanan pada nilai tukar rupiah.
“Kenaikan harga energi akan meningkatkan biaya produksi, menekan daya beli masyarakat, serta memberi tekanan pada nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memperkuat pengelolaan fiskal agar lebih hati-hati menghadapi ketidakpastian global yang meningkat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!