Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sentimen Geopolitik Masih Dominan, 11 Maret 2026

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 08:25 WIB | Oleh:
Sentimen Geopolitik Masih Dominan, 11 Maret 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Ruang penguatan rupiah dinilai masih ter­batas karena pasar keuangan global saat ini sangat sensi­tif terhadap berbagai sentimen, terutama dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dalam kondisi seperti ini, se­tiap perubahan sentimen eksternal dapat dengan cepat memengaruhi arus modal dan pergerakan nilai tukar, se­hingga potensi penguatan rupiah cenderung tertahan.

Analis pasar uang Doo Financial Futures, Lukman Le­ong melihat secara umum pergerakan rupiah masih dipe­ngaruhi faktor eksternal terutama konflik geopolitik Timur Tengah, yakni perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Karenanya, Lukman memproyeksi­kan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (11/3), bergerak fluktuatif di kisaran 16.800 - 16.950 rupiah per dollar AS dengan kecen­derungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan per­dagangan di Jakarta, Selasa (10/3), bergerak menguat 86 poin atau 0,51 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.863 rupiah per dollar AS. Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan rupiah di­pengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa konflik dengan Iran sudah mendekati penyelesaian.

“Pernyataan tersebut membantu meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap potensi konflik berke­panjangan yang sebelumnya dikhawatirkan dapat meng­ganggu pasokan energi global serta menekan prospek per­tumbuhan ekonomi dunia,” ucapnya di Jakarta.

Mengutip Kyodo, Trump mengatakan perang dengan Iran yang hingga kini masih berlangsung diperkirakan akan segera berakhir, tetapi membantah berakhir pada pe­kan ini. Pernyataan Trump muncul setelah Iran memilih Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru mereka setelah sang ayah, Ayatullah Ali Khamenei, gugur dalam gelombang pertama serangan gabungan AS-Israel.

Mojtaba Khamenei dikenal karena kedekatannya de­ngan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Naiknya Mojtaba ke tampuk kekuasaan menimbulkan kekhawatiran di seba­gian besar negara bahwa perang, yang memasuki pekan kedua, dapat semakin menggoyahkan kawasan Timur Te­ngah dan langsung berdampak pada ekonomi global.

Kendati bersikeras bahwa AS telah mencapai keber­hasilan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya, Trump mengaku kecewa dengan terpilihnya pemimpin tertinggi baru Iran. “Kami pikir ini hanya akan menyebab­kan masalah yang sama untuk negara ini,” katanya.

“Koreksi pada indeks dollar AS memberikan ruang bagi sejumlah mata uang, termasuk rupiah, untuk bergerak le­bih stabil dan cenderung menguat,” kata Amru.

Pasar juga tengah mencermati arah kebijakan suku bu­nga Federal Reserve, terutama pasca sejumlah data eko­nomi AS menunjukkan kondisi yang masih relatif kuat. Jika inflasi dan pasar tenaga kerja AS tetap solid, lanjutnya, pe­luang suku bunga tinggi bertahan lebih lama akan mening­kat dan berpotensi memperkuat dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Helm Pintar Pendeteksi Kant...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.