Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyakit yang Satu Ini Masih Juga Belum Punah, Perlu Skrining Ketat

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 12:51 WIB | Oleh:
Penyakit yang Satu Ini Masih Juga Belum Punah, Perlu Skrining Ketat Doc: ist
Ket. pola hidup sehat untuk jaga kesehatan

JAKARTA – Penyakit kusta sudah berusia tua tetapi juga belum mampu dibasmi di negeri ini. Saat ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong percepatan skrining dan surveilans kusta guna mengeliminasi penyakit, mengingat Indonesia merupakan peringkat ketiga terbanyak global untuk kasus tersebut, setelah India dan Brazil. 

Budi menjelaskan bahwa beberapa tahun yang lalu, Indonesia ada 16 ribu kasus kusta. Dia menyebutkan untuk penyakit menular, Indonesia sering menempati urutan tinggi, seperti tuberkulosis (TBC). Menurutnya, untuk mengatasinya, kuncinya adalah skrining dan surveilans. 

"Saya udah masukin ke CKG (Cek Kesehatan Gratis), tadi saya baru liat tuh. Semua CKG saya tambahin khusus ini kusta," kata Budi di Jakarta, Rabu dalam peringatan Hari Kusta Sedunia.

Dia menyebut bahwa masih banyak yang malu untuk skrining kusta, karena kusta dipandang sebagai kutukan. Budi mengatakan bahwa kusta, seperti TBC, sudah ada ribuan tahun. Karena orang zaman dahulu tidak bisa menjelaskan penyebabnya, akhirnya kusta menjadi legenda atau dongeng tentang kutukan dari Tuhan. 

"Padahal sebenarnya udah ketahuan penyakitnya mirip sama TBC, Mycobacterium tuberculosis. Ini Mycobacterium leprae," katanya. Dia menjelaskan, ada yang malu jika daerahnya ketahuan banyak kasus kustanya. Oleh karena itu, untuk menggencarkan penemuan kusta, pihaknya akan memberi hadiah bagi wilayah yang paling banyak menemukan penyakit tersebut. 

"Temukan sebanyak-banyaknya. Agar kita bisa cepat obatin pake itu rifampicin. Mirip sama TBC dapsone, 6 bulan selesai," ujarnya. Untuk memperkuat upaya eliminasi kusta, katanya, pihaknya juga akan melengkapi upaya surveilans di Indonesia bagian timur dengan genome sequencing. Hal ini karena ada orang-orang Indonesia bagian timur sensitif terhadap pengobatan dengan dapsone. 

"DHS itu, dapsone hypersensitivity syndrome. Sehingga harus ditarik paket obatnya jadi beda karena itu bisa menyebabkan kematian," ujarnya. Begitu ditemukan orang dengan kusta, katanya, segera diobati hingga selesai. Bagi kontak eratnya juga diberikan profilaksis dan obat-obat lainnya untuk pencegahan, layaknya menangani TBC.

Namun demikian, katanya, tantangan terbesarnya adalah stigma yang melekat pada penderita kusta, sehingga mereka dianggap berdosa, dikucilkan, bahkan dipasung seperti perlakuan terhadap orang yang punya penyakit jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Cuaca Jakarta Jumat (12/6),...
Daerah
Hamparan Eceng Gondok Tutup...
Megapolitan
Pembangunan Tol Serang–Pa...

Produksi Beras Lokal Capai 5 Ton per Hektare

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Produksi Beras Lokal Capai ...
Nasional
Revisi UU Hak Cipta Karya J...

Edukasi untuk siswa SLB

2 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Edukasi untuk siswa SLB
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.