Liga Champions: Liverpool Tumbang di Istanbul, Galatasaray Menang 1-0 di Leg Pertama 16 Besar

Rabu, 11 Mar 2026, 03:52 WIB

ISTANBUL – Liverpool harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3) dini hari WIB. Gol tunggal Mario Lemina di babak pertama membuat The Reds berada di ambang tersingkir secara mengejutkan dari kompetisi elite Eropa tersebut.

Bermain di atmosfer panas RAMS Park, Istanbul, tim asuhan Arne Slot tampil tidak solid. Lemina mencetak gol penentu yang memberi keunggulan bagi klub Turki tersebut sekaligus menjadi modal penting menuju leg kedua.

Ket. Foto: Para pemain Galatasaray melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam laga Liga Champions kontra Liverpool, Rabu (11/3) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Sebagai juara Eropa enam kali, Liverpool berharap bisa menyelamatkan musim yang penuh gejolak dengan kembali menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2019. Namun posisi mereka saat ini yang terpuruk di peringkat keenam Liga Inggris membuat tekanan semakin besar.

Liverpool kini wajib melakukan “misi penyelamatan” pada leg kedua di Anfield pada 18 Maret jika ingin menghindari salah satu momen terburuk dalam musim yang mengecewakan.

Pertandingan ini juga menjadi laga ke-100 Arne Slot bersama Liverpool, namun jauh dari kenangan manis. The Reds tampil rapuh di lini belakang dan kurang padu saat menyerang.

Di sisi lain, Mohamed Salah mencatatkan penampilan ke-81 bersama Liverpool di Liga Champions, melampaui rekor milik Jamie Carragher sebagai pemain Liverpool dengan jumlah laga terbanyak di kompetisi tersebut. Meski demikian, malam itu bukan milik bintang asal Mesir tersebut. Salah ditarik keluar pada menit ke-60 setelah tampil nyaris tanpa pengaruh.

Ini juga bukan pertama kalinya Liverpool kesulitan menghadapi atmosfer Istanbul. Pada fase grup September lalu, mereka juga kalah 0-1 dari Galatasaray. Dukungan fanatik suporter tuan rumah kembali menciptakan tekanan luar biasa.

Para penggemar Galatasaray bahkan mengulang pesan legendaris “Welcome to Hell” yang pernah mereka tunjukkan kepada Manchester United sebelum duel European Cup tahun 1993, kali ini melalui spanduk yang dibentangkan menjelang kick-off.

Bagi Galatasaray, ini adalah penampilan pertama mereka di babak 16 besar Liga Champions sejak 2014. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kandang dalam laga gugur kompetisi tersebut menjadi 11 pertandingan sejak 1973.

Liverpool sempat memiliki peluang emas di awal laga. Florian Wirtz yang kembali menjadi starter setelah absen sejak 14 Februari karena cedera punggung hampir mencetak gol pada menit ketiga. Ia memotong umpan ceroboh kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir, namun tembakannya dari tepi kotak penalti hanya melenceng tipis.

Alih-alih unggul, Liverpool justru kebobolan pada menit ketujuh. Kelemahan mereka dalam mengantisipasi bola mati kembali terlihat. Dari situasi sepak pojok, Victor Osimhen melompat lebih tinggi dari Joe Gomez untuk menyundul bola ke arah Lemina. Tanpa kawalan ketat dari Hugo Ekitike dan Milos Kerkez, Lemina menyambutnya dengan sundulan jarak dekat yang tak mampu dihentikan.

Liverpool tampak terguncang setelah gol tersebut. Pertahanan mereka kembali hampir jebol ketika Osimhen mendapatkan ruang bebas untuk menyundul bola dari jarak sekitar 10 yard, meski akhirnya melenceng.

Sesekali Liverpool mencoba bangkit. Kombinasi umpan cepat antara Ekitike dan Alexis Mac Allister sempat membuka pertahanan Galatasaray, tetapi Wirtz gagal memaksimalkannya setelah tembakannya tepat mengarah ke Cakir.

Di bawah mistar gawang Liverpool, Giorgi Mamardashvili yang menggantikan Alisson Becker, cedera saat latihan pekan ini, harus bekerja keras. Ia menggagalkan peluang Noa Lang serta melakukan penyelamatan penting dari sundulan Davinson Sanchez yang mengungguli Virgil van Dijk di udara.

Liverpool nyaris kebobolan lagi ketika kesalahan Ibrahima Konate memberi peluang bagi Osimhen, namun striker Nigeria itu melepaskan tembakan melambung.

Selepas jeda, Dominik Szoboszlai mencoba membangkitkan timnya lewat tembakan jarak jauh yang memaksa Cakir melakukan penyelamatan. Tak lama kemudian, Mac Allister menyia-nyiakan peluang emas setelah tembakannya dari dalam kotak penalti melebar.

Galatasaray sempat mencetak gol kedua melalui Osimhen, tetapi dianulir karena Baris Alper Yilmaz lebih dulu berada dalam posisi offside saat proses serangan.

Liverpool bahkan sempat memasukkan bola ke gawang Galatasaray melalui situasi sepak pojok Szoboszlai pada menit ke-70. Namun gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan Konate menggunakan lengannya untuk mengarahkan bola melewati Cakir.

Di penghujung laga, peluang terakhir datang dari Cody Gakpo. Sayangnya, tembakannya hanya melenceng tipis dari gawang.

Kekalahan ini membuat Liverpool harus bekerja ekstra keras pada leg kedua di Anfield jika ingin menjaga asa bertahan di Liga Champions musim ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.