Indonesia Summit 2026: Gubernur Pramono Beberkan Strategi AI untuk Tata Kelola Jakarta

Kamis, 18 Jun 2026, 17:35 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat transformasi digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan data, teknologi digital, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam tata kelola perkotaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan perkembangan teknologi dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing suatu kota maupun negara. Karena itu, Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional memiliki tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak transformasi digital di Indonesia.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan perkembangan teknologi dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing suatu kota maupun negara. Karena itu, Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional memiliki tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak transformasi digital di Indonesia. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Tema ini sangat relevan karena data, teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi ini," ujar Pramono dalam Indonesia Summit 2026 bertajuk The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Pramono menjelaskan bahwa daya saing kota pada era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik. Menurutnya, kota juga harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, mendorong inovasi, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas kebijakan.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai program yang mendukung transformasi menuju kota global. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan inovasi layanan, penguatan ekosistem digital, serta pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pramono mengungkapkan posisi Jakarta dalam indeks kota global terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan Global City Index, peringkat Jakarta meningkat dari posisi ke-74 menjadi ke-71 dunia dan menjadi modal penting untuk mencapai target masuk dalam 20 besar kota global pada tahun 2045.

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan inisiatif Jakarta RISE#20 sebagai kerangka transformasi jangka panjang. Program ini menjadi pedoman dalam menyelaraskan pembangunan kota, peningkatan daya saing, serta penguatan peran Jakarta di tingkat regional dan global.

"Inisiatif ini berfungsi sebagai roadmap untuk memperkuat fondasi pembangunan, mendorong pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, serta meningkatkan peran Jakarta di tingkat regional maupun global," kata Pramono.

Pemanfaatan teknologi dan AI telah diterapkan pada berbagai sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pengelolaan lalu lintas melalui Intelligent Traffic Control System, layanan publik digital melalui aplikasi JAKI, sistem informasi spasial Jakarta Satu, digitalisasi pasar tradisional dan UMKM, hingga dukungan teknologi dalam pengendalian inflasi daerah.

Menurut Pramono, pemanfaatan teknologi tersebut turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ia menyebut inflasi Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,49 persen secara tahunan atau year on year.

Di sektor mitigasi banjir, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan sistem pemantauan berbasis CCTV yang terhubung dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta. Data tersebut dapat diakses masyarakat melalui situs resmi pemantauan banjir dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan secara cepat saat terjadi potensi banjir.

"Sistem terintegrasi ini menjadi backbone bagi command center Dinas SDA untuk mengambil keputusan cepat dan akurat terkait pengoperasian pintu air serta pompa secara real time, khususnya saat wilayah ibu kota memasuki status siaga musim hujan," jelasnya.

Selain penguatan teknologi, Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan aksesibilitas layanan publik agar lebih inklusif. Salah satunya melalui pengembangan transportasi umum yang ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Pramono menyebut tingkat konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen dan akan terus ditingkatkan. Moda transportasi seperti MRT Jakarta dan Transjakarta menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem mobilitas yang nyaman dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

"Moda seperti MRT dan Transjakarta terus dikembangkan agar ramah terhadap penyandang disabilitas serta lansia," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh pemanfaatan teknologi harus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya memperkuat posisi Jakarta di tingkat global, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara nyata.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.