Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Prakirakan Musim Kemarau di NTB Mulai April 2026

📅 Senin, 09 Mar 2026, 10:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Prakirakan Musim Kemarau di NTB Mulai April 2026 Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Sejumlah warga antre untuk mendapatkan air bersih dari mobil tangki milik Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinsosdukcapil) NTB yang didroping ke Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Selong, Lombok Timur, NTB.

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG NTB, Nuga Putrantijo, mengatakan bulan depan sebanyak 84 persen wilayah NTB mengalami peralihan dari musim hujan yang berlangsung sejak Oktober 2025 ke musim kering.  

"Secara spesifik 74 persen zona musim memulai kemarau pada dasarian I April 2026 (tanggal 1–10 April)," ujarnya dalam konferensi pers di Mataram, Senin (09/3).

Nuga menjelaskan bila dibandingkan dengan kondisi normal berdasarkan data klimatologi periode 1991–2020, awal musim kemarau tahun 2026 didominasi kondisi yang lebih maju.

BMKG memprediksi sekitar 70 hingga 73 persen wilayah NTB mengalami awal musim kemarau yang datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal. Selain datang lebih awal, sifat musim kemarau juga diperkirakan lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.

"Sifat musim kemarau atau disebut tingkat kekeringan diprediksi dan didominasi dalam kategori bawah normal mencakup 93-95 persen wilayah NTB," kata Nuga.

Musim kemarau dengan kategori bawah normal tersebut mengindikasikan curah hujan lebih sedikit ketimbang musim biasanya, sehingga musim kemarau diperkirakan lebih kering dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Nuga mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersiap menghadapi akhir musim hujan yang segera berganti menjadi awal musim kemarau pada April 2026.

"Durasi kemarau lebih kering dan lebih panjang, sehingga perlu kita antisipasi lebih awal supaya tidak terjadi bencana-bencana yang tidak kita harapkan," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.