Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf Gandeng Pelaku Industri Bahas Dukungan Ekosistem Kreator Digital

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Kemenekraf Gandeng Pelaku Industri Bahas Dukungan Ekosistem Kreator Digital Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari platform konten audio dan video digital NOICE di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (6/3).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menggandeng pelaku industri membahas dukungan memperkuat ekosistem kreator digital di Indonesia lewat kolaborasi.

Pelaku industri yang kali ini digandeng ialah platform konten audio dan video digital NOICE. Peluang kolaborasi menyoroti upaya membuka ruang distribusi, monetisasi, serta pengembangan talenta bagi para kreator lokal.

“Banyak kreator datang kepada kami dengan karya film atau konten yang ingin dipublikasikan, tetapi mereka belum tahu harus dibawa ke mana. Di sinilah kolaborasi dengan platform seperti NOICE menjadi penting, karena karya-karya tersebut bisa direkomendasikan untuk dikurasi dan dipertemukan dengan ekosistem distribusi yang tepat,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3).

Hal itu disampaikan Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi NOICE di Autograph Tower, Jakarta pada Jumat (6/3).

Menurut Riefky, pertemuan tersebut meneguhkan kerja sama Kementerian Ekraf dan NOICE, melanjutkan diskusi 2025, serta membuka peluang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan kreator digital lokal dan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.

Ia menekankan pentingnya membuka jalur distribusi yang tepat bagi kreator film dan konten digital. Kemenekraf mendorong kolaborasi dengan platform digital agar karya kreator tersalurkan secara optimal dan terhubung dengan ekosistem distribusi yang lebih luas.

Selain itu, Kementerian Ekraf turut membuka peluang melalui program penguatan talenta kreatif seperti program Emak-Emak Matic yang mendorong masyarakat—terutama ibu rumah tangga—menjadi kreator konten dan pelaku ekonomi digital.

Pemerintah juga berupaya menghubungkan ekosistem kreator nasional, termasuk komunitas dan asosiasi konten kreator, dengan platform digital seperti NOICE agar karya mereka memiliki jalur distribusi dan monetisasi yang lebih luas.

Dukungan lainnya yang diberikan Kemenekraf adalah dukungan pembiayaan. Pelaku ekonomi kreatif dengan karya berbasis kekayaan intelektual dapat memanfaatkan skema pembiayaan berbasis Intellectual Property (IP) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung produksi dan pengembangan konten digital, dengan pendampingan dari Kementerian Ekraf bersama mitra platform.

Sementara Chief Business Officer NOICE Niken Sasmaya menjelaskan bahwa NOICE terus mengembangkan ekosistem kreator melalui inovasi model monetisasi konten digital.

Platform tersebut telah mencatat lebih dari lima juta unduhan dan menghadirkan beragam format konten seperti podcastaudio series, hingga film digital.

Menurut Niken, NOICE menciptakan ekosistem fan economy, di mana kreator dapat memonetisasi karya mereka langsung kepada audiens, menentukan harga konten, serta memanfaatkan fitur distribusi dan promosi di platform.

“Kami ingin membantu kreator agar tidak hanya berkarya, tetapi juga mendapatkan penghasilan langsung dari audiens mereka. Program afiliasi kami pun memungkinkan komunitas ikut mempromosikan konten kreator dan memperoleh komisi dari penjualan,” ujar Niken.

Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi Kementerian Ekraf dan NOICE dalam mendukung pertumbuhan ekosistem kreator digital di Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.